reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

guru terbaik May 27, 2009

Filed under: geje — diodinta @ 7:07 am

hayah, entah kenapa tiba-tiba saya merindukan salah seorang guru Les matematika saya,hehehe… kenapa??? karena saya pribadi berpendapat dia guru terbaik dan terhebat yang pernah saya miliki. the best pokoknya!!

dulu saya merasa kemampuan otak saya (terutama matematika) meningkat pesat dibawah bimbingan guru ini. serius, dulu waktu SD SMP, bweh… nilaiku (apalagi nilai matematika) selalu dan pasti di bawah rata2. sampai saat itu saya merasa ada yangbermasalah dengan otakku (padahal emang males belajar aja) :lol:

ya begitulah. tiba2 teringat gara2 memandang ternyata tidak mudah menjadi seorag pengajar. berhubung ternyata di kuliahan saya lebih suka belajar sendiri ataupun belajar dari teman atau gag belajar sama sekali dibandingin masuk kuliah yang makin lama makin gag jelas.

tiba-tiba teringat juga kalo dulu saya pengen jadi guru. tapi harapan itu pupus ketika saya terkena sindrom “tidak tahu apa yang harus dilakukan” ketika kelas 3 SMA. tapi saya agak lega juga coz ternyata saya tidak cocok sama sekali jadi guru. terbukti ketika saya hengkang jadi guru private padahal belum jalan 1 bulan, hehehehe……

back to topic. lama juga gag ketemu guru itu. jadi kangen…

halah…

 

enaknya jadi es batu April 24, 2009

Filed under: teori reaksi — diodinta @ 8:12 am
Tags: ,

cerita ini dimulai ketika suatu malam, seorang teman kampusku mengirim satu sms yang isinya kurang lebih kek gini (aku juga dah agak lupa sih) : menurutmu aku orangnya kek apa sih : balon = childish, kopi pahit = omongannya kasar, diamond = orang yang disayang, dll. banyak lah. nah,,, setelah membalas sms temenku itu (yang entah kenapa kemudian dia mutung dengan jawabanku, padahal aku dah membalas dengan kejujuran hati), aku memforward sms itu ke beberapa teman dekat. nah jawaban mayoritas adalah…….. eng… ing… eng….

ES BATU = cool, cuek

kemudian ingatanku terbang pada adegan-adegan aneh yang berhubungan dengan sikapku.

apalagi teman-teman kosku (mereka bukan orang yang membalas smsku itu, asyem, padahal aku ngirim ke mereka juga), mereka  selalu mengeluh padaku tentang ekspresi mukaku yang datar, bahkan ketika mereka mencoba menggodaku. kalo ada salah seorang teman yang digoda sedikit langsung merona wajahnya (aku kasihan ma dy yang gag bisa menyembunyikan perasaan, dan ini jd sasaran empuk godaan-godaan liar kami)

kalo gag salah ada juga yang bilang aku gag punya perasaan, maksudnya dia gag yakin aku  bisa merasakan sesuatu di dalam sini. istilahnya mati rasa. dengan alasan kuat yang sngat tidak penting bahwa aku bukan orang yang gelian (emang ada hubungannya gitu gelian ma perasaan??)

masih bayak adegan lain, yang intinya sama saja bahwa banyak orang mnganggap bahwa aku tidak punya perasaan, kelewat cuek, dll. dan setelah aku pikir2, mungkin iya,hyaaahahahahahah…… sesungguhnya, kalo boleh jujur, menjadi es batu bukanlah hal yang ada di dalam diriku sejak lahir. (more…)

 

the last perfect hell March 24, 2009

Filed under: curhat — diodinta @ 12:19 am

mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa sebulan ini saya jarang mengupdate blog saya. (pasti langsung ada yang komentar : GR banget kowe is…. who cares???????) ya begitulah, sebulan kerja praktek membuat saya mengalami seperempat kejadian paling menarik dari keseluruhan hidup saya. terutama pengalaman di luar study-dan kerja itu sendiri. entah kenapa aku merasa Yang Diatas Sana ingin aku mengalami segalanya sekarang. terutama untuk hal-hal yang buruk. mungkin agar aku makin matang menjalani hidup (wikikkkikikikkk)

mulai dari terjebak dalam sesaknya busway slama hampir 3 jam gara2 jakarta banjir (dan sialnya waktu itu saya dapetnya berdiri. i couldn’t feel my feet), kemudian keesokan harinya kereta yang kutumpangi mogok. (perfect 2 days hell). tapi makin lama aku merasakan hal ini hal yang biasa.

terus waktu akhirnya aku memutuskan berangkat kerja naek kereta ekonomi saja agar bisa turun di statiun pasar minggu yang jauh lebih dekat dari kantor, aku melihat anak kecil yang kena lemparan batu oleh penumpang kereta api yang naek ke atas gerbong (saya heran kenapa mereka marah karena petugas keamanan memaksa mereka turun). aku melihat petugas keamanan yang melempar tongkatnya ke arah penumpang gara-gara emosi diledek oleh penumpang tersebut. lalu keesokan harinya melihat jendela statiun dilempar batu oleh penumpang kereta yang naek ke atas gerbong, PRANGGGG…. membuatku shock berat, terus melihat penumpang yang terpincang (atau lebih tepatnya tidak bisa jalan) setelah jatuh dari kereta setelah sebelumnya kena lemparan petugas keamana yang menyuruh penumpang di atas gerbong turun.Yang Diatas pengen menunjukkan padaku dengan cara yang sedikit ekstreem bahwa disini, berkeliaran banyak orang orang yang tidak beradab hingga aku harus benar-benar berhati-hati.

kemudian hari terakhir kerja. saya pulang tanpa membawa dompet (dompet saya ketinggalan di laci meja kantor) setelah saya sampai di statiun saya baru sadar (waktu butuh uang buat beli tiket kereta) bener2 damn thing. mana uang di saku waktu itu tinggal 1000 perak. uang segini gag cukup buat balik ke kantor (2000 perak) ataupun balik ke bogor (yang inimal butuh 5000 perak).bener2 sial, hampir setiap kata makian keluar di otakku. bingung harus gimana. akhirnya,, gara2 uang 1000 saya memberanikan diri dan menutup malu menggadaikan sim card hape saya ke salah satu tukang pulsa di statiun. buat balik kantor ambil dompet. cuman gara2 1000!!!!!!!!! kesal sekali saya mengingat ini.

sekian cerita pengalaman pahit kape saya. pengalaman manis, nyusul deh (kalo sempet)

:D :D :D :D :D

 

it’s my first love March 2, 2009

Filed under: curhat — diodinta @ 9:01 am

kalian harus hati-hati baca judul postingannya loch…
supposed to read : it was my first love….. (dengan gaya tahun 70′an) :lol:
entah kenapa saya jadi teringat kisah saya pertama kali merasakan debar-debar aneh terhadap lawan jenis, padahal waktu itu, bahkan saya belum mendapatkan menstruasi pertama :lol:
ya begitulah, saya masih ingat kejadiannya. saya masih kelas 1 SMP, ih masih imut banget. tinggi badan belum ada 140cm, kurus, cungkring, belum ada bagian tubuh yang menonjol (emang sekarang ada is???) rambut berantakan, kumel, item, masih suka lari2 sekeliling rumah gag pake sendal. waktu itu kakak perempuanku yang kelas 1 SMA mengajak teman2nya nonton film di rumahku.
dan, betul, saudara-saudara, dia datang dengan status sebagai cowok temen ceweknya kakakku. i’d fallen on the 1st sight. baru setelah itu aku tau kalo dia ternyata satu sekolah denganku. kelas 3 SMP. 3E, aku ingat banget :lol:
kebetulan waktu itu kelas ku ada di lantai atas yang bisa melihat hampir keseluruh sekolah (kecuali kelas yang ada di lantai bawahku). dan dia semakin sering tertangkap mataku.
wah pokonya norak banget lah, sekalinya ngobrol aja jantungku dah melompat-lompat. bahkan aku pernah menuliskan surat cinta untuknya (walaupun surat itu berakhir dengan aku meyobek-nyobek, apa dibakar ya??? pokoknya aku musnahkan lah).
satu tahun berlalu dan dia pun lulus. dia juga dah putus ma temen kakakku. tapi aku sama sekali tidak ada pikiran untuk mendekatinya (aku masih culun banget lah pas itu, ngobrol aja dah seneng banget)
lalu semuanya berakhir???? tidak, saudara…saudara….
kebetulan kalo aku berangkat sekolah, pasti berpas2an dengannya (atau bisa dikatakan saya berangkat lebih pagi untuk bisa berpaspasan dengannya).
tidak berapa lama, dia pindah ke Bandung, dan berakhirlah sudah semuanya :lol:

it’s maybe my first love.

kenapa saya bilang it was??? karena ini mungkin saja bukan cinta pertama saya. maksudnya, saya orang yang percaya bahwa cinta itu hanya sekali seumur hidup (serasa di negeri dongeng ya??? wakakakakkk). dan setelah saya ingat lagi ini berasa sangat lucu. sedikit menyesal karena bahkan sampai saat ini dia tidak pernah mengetahui perasaanku saat itu. mungkin dia bisa membelikanku permen atau apa gitu buat adik kelasnya yang malang ini :D

saya hanya mau share nostalgia :lol:

 

grey’s anatomy February 24, 2009

Filed under: opinion — diodinta @ 2:22 pm

yuhu, seperti yang telah saya bilang dipostingan sebelumnya bahwa saya menonton film serial barat yang judulnya grey’s anatomy. sampai saat ini dari 5 season yang sudah tersedia DVD bajakannya saya sudah sampai season 2 akhir. tapi sudah tak sabar pengen ngereview :lol: habis gag ada kerjaan jadinya akhir2 ini aku sering posting (adakah dari kalian yang menyadarinya??)

jika hanya boleh berkomentar satu kata, mungkin komentar dariku adalah : “Brilian”

serius nih film keren banget. keren keren banget. (lebay mode on) tapi emang keren kok. silahkan lihat sendiri dan rasakan sensasinya :lol:

film ini bercerita tentang kehidupan oang orang di rumah sakit- dan juga kehidupan mereka di luar rumah sakit. tapi lebih banyak kehidupan di rumah sakit sih.

awal cerita dimulai dengan masuknya para intern (kalo anggapanku sih semacam koas , calon dokter gitu) ke sebuah rumah sakit. dimulailah pertarungan mereka dengan orang-orang sakit.

kalo aku bilang cuman gitu, keknya mbosenin ya. (more…)

 

mencari jati diri :lol: February 22, 2009

Filed under: geje — diodinta @ 1:30 pm
Tags: , , , , ,

coba baca postingan pertama saya diblog ini tentang penyinggungan arti nama saya. nah, dalam masa kurang kerjaan ini, saya mencoba lagi mencari arti nama saya. tapi entah kenapa sepertinya saya ingat pernah tanya arti nama saya-dulu sekali- dan dijawab kalo dio itu artinya suci (silahkan bagi kalian yang pengen muntah).

nah demi membuktikan ingatan saya yang agak parah ini, saya mengecek ke mbah google, dan tebak, sampai saya menuliskan ini, saya tidak menemukan artinya :lol: banyak sih, tapi keknya bukan arti sebuah nama. ga mungkin lah ya saya dikasih nama terinspirasi dari peralatan elektronika dioda. tapi dio punya banyak arti kalo itu merupakan akronim.  eh, tapi ada satu yang aku suka. dio itu nama sebuah desa  kecil di southern sweden yang populasinya tahun 2005 gag lebih dari 1000 orang. saya jadi membayangkan daerah yang indah, asri, ayem tentrem, aman, dan menyenangkan ( persis banget kan kek aku :lol: )

ah… jadi penasaran… ada yang tau? aku tidak menemukan arti dinta ataupun dafrista. menyedihkan….

tapi saya cari2, ada lagu judulnya dio :lol:

Tenacious D – The Mob Rules > Dio
Found at bee mp3 search engine

(more…)

 

review : desperate housewife February 20, 2009

Filed under: opinion — diodinta @ 12:48 am

seperti biasa, liburan yang membingungkan ini aku menghabiskan waktu luangku dengan menonton film serial. kali ini pilihanku jatuh pada desperate housewife….

dulu aku ingat banget waktu sma bela-belain nonton filmnya di indosiar jam 11 malam (waktu itu aku masih gadis baik-baik yang biasanya jam 9 dah molor :D ) masih season 1 waktu itu, sekarang aku lihat koleksi DVD bajakannya kakakku dah sampe season 5. tak masalah bagiku nonton puluhan episode, wong aku liburan kemaren nonton F.R.I.E.N.D.S ada 10 season kok :lol:

ceritanya antara simpel dan gak simpel. romantis… mengharukan… menegangkan… lucu… wah, komplit banget deh. semuanya terjadi di satu jalan di wilayah suburban yang namanya wisteria lane.

awalnya ceritanya tentang ibu-ibu rumah tangga yang bener2 desperate dengan masalah mereka masing-masing. ada yang desperate habis divorce, ada yang desperate karena kelakuan anak2 mereka yang brutal, ada yang desperate karena suaminya minta cerai, macam2 lah. plus ada bumbu-bumbu kriminalistas dan trik trik nakal yang biasa mereka lakukan dalam hidup.

aku rekomendasikan buat mereka yang mau married :lol: gag juga, buat semuanya bagus kok, buat hiburan ini. (more…)

 

saya hamil pak February 18, 2009

Filed under: opinion — diodinta @ 2:52 am

pagi ini waktu saya naek kereta ekspress dari bogor ke jakarta, beruntung dapet tempat duduk, lalu duduklah saya. satu-dua stasiun berikutnya ada penumpang naek. aku memperhatikan dia berdiri, ak tau dia lagi hamil. bukan hamil besar sih, tapi dia hamil.

pikiran ini cuman kejadian sepersekian detik berjalan diotak saya.

haruskah saya berdiri dan memberikan tempat duduk saya?

kemudian ketika saya ingat tulisan di busway jakarta yang isinya kurang lebih kayak gini :

saya malu jika ada lansia, wanita dan wanita hamil berdiri

wanita hamil itu bilang ke bapak-bapak (40 tahunan) di sebelahku. “saya hamil pak” (more…)

 

sedih = kesal? February 17, 2009

Filed under: teori reaksi — diodinta @ 9:06 am

suatu hari, seorang temanku dengan mata sembabnya bertanya padaku : “kenapa ketika kita sedih kita harus menangis?”

aku jawab : “ga tau”

poinnya ketika aku menjawab hal itu adalah bukan karena tidak ingin memperparah tangisannya, tapi karena lebih tidak mengerti kenapa orang yang sedih itu harus menangis. sebenarnya kalo kembali lagi, aku malah tidak bisa mendefinisikan seperti apa rasa sedih itu. banyak yang sering melontarkan kata sedih. saking sedihnya sampai kau bisa menangis, begitu kalo aku baca novel-novel atau nonton sinetron. iyakah??

oh…. bukannya karena aku tidak pernah menangis. (more…)

 

mencoba hidup positif : my dream town February 5, 2009

Filed under: curhat — diodinta @ 3:06 pm

wuih, lama saya tidak menyentuh internet dengan benar. maklum, berada di kota asing membuat saya agak gerah kemana-mana dan akses internet di rumah baru sempat saya nikmatin sekarang. selama ini cuman sekedar onlen dan browsing sekenanya pake hape aja,sekedar untuk menenangkan diri sendiri bahwa saya masih terhubung dengan dunia luar,hahaha….
tebak berada di mana kah saya berada? :lol: ga lucu ya sebenarnya, saya sedang berada di bogor. kemudian bertanya-tanyalah apa hubungannya antara saya di bogor dengan postingan saya kali ini. sangat besar hubungannya jika selama ini saya hidup di kota yang ayem tentrem kayak gombong dan jogja. jadi kalo di kota saya biasa tinggal, saya bisa dengan enak melenggang di jalanan, tidak disini. urgh, saya benci bogor dengan kemacetan, keruwetan, serta jalan jelek dan sempit yang dimilikinya.
kemudian kemaren saya ikut kakak saya mengunjungi jakarta, sekedar ingin melihat-lihat tempatnya bekerja. dari bogor saya berangkat jam 6 pagi. bangun jam lima lebih sedikit, mandi dengan air yang super dingin,dan melewati jalan yang anginnya semilir dingin sepoy-sepoy. jika dalam keadaan biasa, saya mungkin belum melepaskan selimut yang saya pakai T_T tapi hari itu saya sudah berjalan mengarungi waktu…
kemudian sampailah saya di statiun bogor, berlari kecil-kecil agar tidak ketinggalan kereta. kemudian baru sadarlah saya betapa banyak orang-orang yang berusaha keras mencari nafkah, sepagi ini sudah dalam penampilan siap tempur walau di dalam kereta ketiduran juga. terlintas di benak saya teman teman kuliah saya yang bahkan jam 10 belum bangun dari mimpi panjangnya. saya jadi ingat pula jam terbang mimpi saya selama ini. haha… jadi malu sendiri mengingatnya…
wah pokoknya pikiran saya waktu itu positif… terus dan saya merasa bahwa berpikiran positif itu menyenangkan. apalagi waktu saya sampai di statiun gambir (yang ukuranya agak bagus menurut saya, maklum ini pertama kali saya naek kereta setalah lebih dari 7 tahun) banyak orang lalu lalang gitu, persis seperti yang saya lihat di komik jepang atau film-film:D. membuat saya berfikir : inilah kehidupan sesungguhnya…. keadaan gerimis rintik-rintik sehingga saya merasakan jakarta yang tidak panas, dan saya cukup menyukainya kebetulan juga karena yang saya lewatin cuma daerah monas yang hijau dan cukup teratur pagi itu. baru kali ini saya melihat jakarta seperti ini (mungkin karena masih pagi kalee ya)..pokoknya my dream town banget lah.
seandainya keadaan ini berlangsung selamanya… aq pasti akan berpikir untuk hidup disini.
tapi begitu malam pulang, walau jalanan tidak panas (dah malem sih ya, apa karena pulangnya naek mobil? entahlah….) keadaan macet seperti jakarta sesungguhnya. saya jadi ilfeel. musnah sudah angan-angan dream town saya. haha… tapi seharian itu saya berfikir positif, dan itu berdampak pada positifnya pemikiran saya seharian itu. benar juga apa kata para motivator :D berharap pemikiran ini bertahan selamanya.