mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa sebulan ini saya jarang mengupdate blog saya. (pasti langsung ada yang komentar : GR banget kowe is…. who cares???????) ya begitulah, sebulan kerja praktek membuat saya mengalami seperempat kejadian paling menarik dari keseluruhan hidup saya. terutama pengalaman di luar study-dan kerja itu sendiri. entah kenapa aku merasa Yang Diatas Sana ingin aku mengalami segalanya sekarang. terutama untuk hal-hal yang buruk. mungkin agar aku makin matang menjalani hidup (wikikkkikikikkk)
mulai dari terjebak dalam sesaknya busway slama hampir 3 jam gara2 jakarta banjir (dan sialnya waktu itu saya dapetnya berdiri. i couldn’t feel my feet), kemudian keesokan harinya kereta yang kutumpangi mogok. (perfect 2 days hell). tapi makin lama aku merasakan hal ini hal yang biasa.
terus waktu akhirnya aku memutuskan berangkat kerja naek kereta ekonomi saja agar bisa turun di statiun pasar minggu yang jauh lebih dekat dari kantor, aku melihat anak kecil yang kena lemparan batu oleh penumpang kereta api yang naek ke atas gerbong (saya heran kenapa mereka marah karena petugas keamanan memaksa mereka turun). aku melihat petugas keamanan yang melempar tongkatnya ke arah penumpang gara-gara emosi diledek oleh penumpang tersebut. lalu keesokan harinya melihat jendela statiun dilempar batu oleh penumpang kereta yang naek ke atas gerbong, PRANGGGG…. membuatku shock berat, terus melihat penumpang yang terpincang (atau lebih tepatnya tidak bisa jalan) setelah jatuh dari kereta setelah sebelumnya kena lemparan petugas keamana yang menyuruh penumpang di atas gerbong turun.Yang Diatas pengen menunjukkan padaku dengan cara yang sedikit ekstreem bahwa disini, berkeliaran banyak orang orang yang tidak beradab hingga aku harus benar-benar berhati-hati.
kemudian hari terakhir kerja. saya pulang tanpa membawa dompet (dompet saya ketinggalan di laci meja kantor) setelah saya sampai di statiun saya baru sadar (waktu butuh uang buat beli tiket kereta) bener2 damn thing. mana uang di saku waktu itu tinggal 1000 perak. uang segini gag cukup buat balik ke kantor (2000 perak) ataupun balik ke bogor (yang inimal butuh 5000 perak).bener2 sial, hampir setiap kata makian keluar di otakku. bingung harus gimana. akhirnya,, gara2 uang 1000 saya memberanikan diri dan menutup malu menggadaikan sim card hape saya ke salah satu tukang pulsa di statiun. buat balik kantor ambil dompet. cuman gara2 1000!!!!!!!!! kesal sekali saya mengingat ini.
sekian cerita pengalaman pahit kape saya. pengalaman manis, nyusul deh (kalo sempet)
