<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>reaksi kehidupan diodinta &#187; cerpen</title>
	<atom:link href="http://dintadioksida.wordpress.com/category/cerpen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dintadioksida.wordpress.com</link>
	<description>tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Oct 2009 03:20:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dintadioksida.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5a78729d9eb3e175497cdcc223b41545?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>reaksi kehidupan diodinta &#187; cerpen</title>
		<link>http://dintadioksida.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>sebuah cerita</title>
		<link>http://dintadioksida.wordpress.com/2009/01/07/sebuah-cerita/</link>
		<comments>http://dintadioksida.wordpress.com/2009/01/07/sebuah-cerita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 08:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diodinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[merana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dintadioksida.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[aku menatap langit-langit kamarku, tidak begitu kucermati, tapi aku bisa melihat beberapa sarang laba-laba yang pasti akan membuat ibuku ngomel-ngomel kalau tau. tapi toh aku ngekos, dan ibuku tidak akan sempat berkunjung ke sini,lalu apa lagi yang harus aku pikirkan?
banyak. sangat banyak, menambahnya dengan masalah sarang laba-laba yang mengganggu mataku hanya menambah takaran racun dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dintadioksida.wordpress.com&blog=5410394&post=52&subd=dintadioksida&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>aku menatap langit-langit kamarku, tidak begitu kucermati, tapi aku bisa melihat beberapa sarang laba-laba yang pasti akan membuat ibuku ngomel-ngomel kalau tau. tapi toh aku ngekos, dan ibuku tidak akan sempat berkunjung ke sini,lalu apa lagi yang harus aku pikirkan?</p>
<p>banyak. sangat banyak, menambahnya dengan masalah sarang laba-laba yang mengganggu mataku hanya menambah takaran racun dalam otakku saja, toh aku tidak akan menggerakkan kakiku seinchipun untuk melakukan apapun, termasuk membersihkan sarang laba-laba. ah,, tidak&#8230; aku sangat lelah.<br />
padahal tadi malam aku bertekad bahwa ini adalah terakhir kali aku meratapi semuanya. aku bertekad bahwa besok pagi akan menjadi hari yang luar biasa membahagiakan untukku. walaupun aku harus berpura-pura untuk itu. ini merupakan simulasi yang bagus kan? sekarang aku sadar bahwa kerja otak, hati dan tubuh bisa jadi tidak sinkron, <span id="more-52"></span>dan itulah yang terjadi pada diriku sekarang. yang terburuk adalah bahwa aku terbangun dengan air mata yang menetes, apa lagi yang bisa aku harapkan dari hari yang indah ini? dan sudah 11 jam sejak air mata itu mengalir aku masih disini, di tempat tidurku, menanti seseorang membuka pintu kamar dan mengajakku bercanda, atau menawariku untuk dititipi makan. aku sangat lapar, tapi terlalu malas untuk beranjak. aku tak akan menggerakkan seinchipun kakiku dari sini. tidak untuk hal apa pun.<br />
aku melirik ke hape dan mp3ku yang sudah mati. mereka tampak merana bagiku, tapi aku tidak akan menggerakkan seinchipun kakiku untuk menge-charge-nya, bahkan earphone mp3ku yang sudah sunyi masih terpasang ditelingaku. entah kenapa tidak ada cukup tenaga bagiku untuk melepasnya. mungkin terdengar gila, tapi aku masih bisa mendengarkan lagu-lagunya di otakku, dan aku ikut bergumam menyanyikan lagu-lagu yang dimainkannya. untuk saat ini, ini sudah cukup bagiku.<br />
apa sekarang sudah masuk musim hujan? aku merasa mulai kedinginan sekarang, dan kipas angin di ujung sana sama sekali tidak mau mengerti dan mati saja dengan otomatis. atau lebih baik lagi kenapa tidak konslet saja listriknya agar aku bisa tenang, semakin dalam dalam kegelapan ini. aku membenci semuanya. kenapa dunia tidak berakhir saja sekarang?? kenapa harus menunggu dia menikahi perempuan jalang itu?<br />
ah.. air mataku mulai mengalir lagi. kenapa mulai tidak sinkron lagi? untuk bajingan itu, setetespun harusnya tidak pantas untuknya. sama sekali tidak pantas.<br />
sekarang malah makin deras,, seharusnya seorang bajingan dan perempuan jalang cocok hidup bersama, meraka akan hancur bersama, dan aku berharap itu terjadi secepatnya.<br />
lalu aku membiarkan semuanya keluar agar lekas selesai sampai akhirnya menangis membuatku lelah dan mengantuk. sebelum tertidur aku berdoa agar besok menjadi hari dimana aku tidak akan meratap lagi, dimana esok akan menjadi hari yang luar biasa membahagiakan untukku.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dintadioksida.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dintadioksida.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dintadioksida.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dintadioksida.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dintadioksida.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dintadioksida.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dintadioksida.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dintadioksida.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dintadioksida.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dintadioksida.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dintadioksida.wordpress.com&blog=5410394&post=52&subd=dintadioksida&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dintadioksida.wordpress.com/2009/01/07/sebuah-cerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b88d5c427d00052b2e0e29d8feb64e94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">d_viest</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>