ada banyak orang supel, yang bisa bergabung dengan kelompok manapun. tapi banyak juga ada orang yang susah bergaul hingga tidak bisa masuk kelompok manapun sebagai contoh di kosan saya. ada satu anak yang semua anak, termasuk saya, menganggap orang itu tidak cukup waras. sebenarnya ketidakwarasannya belum dalam tahap yang mengganggu, tapi kadang-kadang mengganggu juga sih,hehehe.. hampir setiap anak di kos pernah terlibat adu mulut dengannya, saya termasuk orang yang beruntung karena tidak pernah terpancing dengan ulah anehnya.
saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya ketika salah seorang teman kos saya menutup pintu ketika orang itu sedang berjalan menuju kamarnya. pintu ditutup tepat di depan hidungnya. dan ini tidak hanya terjadi sekali dua kali, tapi hampir setiap waktu. tidak ada yang bisa lakukan selain bilang : kalian ngawur sekali.
tapi saya bisa mengerti perilaku mereka karena mereka lebih sering dikos dibanding saya, dan lebih sering bertemu dengan orang itu. mereka beralasan lebih baik begini daripada menyulut adu mulut lagi.
setelah saya pikir-pikir, kebanyakan orang memang begitu, sayapun termasuk ke dalamnya. saya jadi ingat tentang kisah senior di kampus saya yang disinyalir tidak waras, dan bagaimana perlakuan orang-orang lain terhadapnya.
orang orang biasanya hanya berkumpul dengan orang yang sama dengan mereka, dan secara tidak sadar mengeliminasi orang-orang yang tidak sama untuk membentuk kelompok sendiri.
orang normal rata-rata tidak tahan berada di dekat orang yang tidak normal, bahkan cenderung untuk menjauhi dan jangan salahkan ketika dia menjadi lebih tidak normal dan tiba-tiba menghilang dari peradaban.(lebay mode on)
rata-rata emang itu yang terjadi, lihatlah disekeliling kalian betapa banyaknya hal seprti ini terjadi. atau mungkin kalian bisa lihat diri kalian sendiri, jika kalian termasuk salah satu dari banyak orang yang mengeliminasi orang yang lain, jadilah temanku,wakakakak!! secara tidak sadarpun ternyata saya termasuk salah satu orang jahat yang tidak memiliki cukup space di diri saya untuk dibagi ke orang yang berbeda dari saya. saya jadi ingat blog salah seorang teman saya yang pernah posting hal seperti ini.
saya hanya sedang bersiap-siap ketika saya melakukan hal ini,kemungkinan besar saya akan diperlakukan demikian di kemudian hari, karena saya percaya karma itu ada. mungkin ketika saya kena karma itu, saya akan menulisaknanya di blog lagi