sabtu biru, setelah malamnya dilanda kedinginan yang luar biasa dan dihiasi oleh demam romantika yang makin membara, aku termenung memikirkan hidup yang ternyata makin rumit dan sulit dimengerti (maaf, gaya bahasaku makin kacau). intinya adalah bahwa hari ini otakku agak geser sedikit itupun makin spicy dengan bumbu bumbu mie A** selera pedas plus kripik balado yang tersaji hari ini. Karena itulah hari ini diriku dipenuh dengan pemikiran-pemikiran ganjil tentang hidup.
hm..
ada yang mengganggu pemikiranku tentang kata-kata bullshit yang sering aku dengar seiring dengan pertambahan umurku : CINTA.. dulu, aku pernah buat buletin di friendsterku yang judul dan isinya kurang lebih begini.
CINTA TAK HARUS MEMILIKI = BULSHIT
sebenarnya ini terinspirasi dari salah satu temanku di puerto rico sana. mungkin terdengar adanya sarkasme atau memang dilandasi oleh perasaan patah hati. tapi, mungkin perlu dijabarkan kenapa kami berpikiran seperti ini. walau mungkin bukan pemikiran bijak, tapi bagaimana jika dibalik seperti ini : bagaimana kita bisa tau bahwa perasaan CINTA itu memang kuat ketika kita menyadari bahwa perasaan untuk bersama tidak sekuat itu. jika memang ada yang mengagungkan perasaan cintanya pada seseorang kenapa mereka tidak memilih untuk bersama?? jika memang ada suatu halangan yang kemudian datang, kenapa tidak berjuang untuk menghadapinya?? kenapa kemudian memakai kata-kata magic : cinta tak harus memiliki sebagai tameng untuk menyembunyikan kurang kuatnya cinta yang dia miliki? ketika kita mencintai seseorang dan ketika akhirnya tidak ada kebersamaan diantaranya, itu berarti tidak ada cinta di pihak yang satunya kan? atau mungkin CINTA memang tidak sekuat yang mereka bicarakan. Mungkin juga itu berarti cinta bertepuk sebelah tangan. lebih bulshit lagi ketika ada pasangan yang berkoar koar akan kuatnya cinta mereka, tapi ketika ada sesuatu menghadang mereka memutuskan bahwa cinta itu tidak harus memiliki.
mungkin dari tulisan sebanyak itu, hanya ada satu hal yang ada: bahwa CINTA ITU TAK HARUS MEMILIKI. jika kemudian pada akhirnya tidak memiliki, berarti memang tidak ada atau tidak kuatnya cinta yang ada di antara mereka.
kedengaran egois, ya?? hehe… emang….
pemikiran ini kembali setelah sebelumnya aku menonton film yang direkomendasikan salah satu temanku di ilkom. before sunrise ma before sunset. (more…)
cinta tak harus memiliki = BULSHIT!!! November 17, 2008
hukum keangkuhan dan hubungannya dengan mencontek November 7, 2008
kengkuhan merupakan hasil reaksi dari kepercayaan diri yang tercampur oleh harga diri yang tinggi dan berbanding lurus dengan keegoisan (teori dintadioksida, 2008).
mencontek merupakan sebuah reaksi tercela, disebabkan unsur kemalasan dan rasa tidak percaya diri. (teori dintadioksida, 2008)
teori diatas hanyalah pandangan pribadiku tentang hal hal itu. itu semua menurutku, tapi bukan berarti aku menyalahkan dan merendahkan pendapat orang lain. dan teori diatas, hanyalah teori yang berlaku dalam diriku. entah berapa lama, aku mulai memutuskan untuk tidak mencontek. pertamanya emang karena aku menganggap unsur-unsur ke-nilai-an tidak penting lagi. dengan tidak membiarkan diri sendiri memperoleh kesempatan dengan cara yang terlalu mudah telah memberikanku kesempatan untuk berusaha lebih keras (walau usaha keras ini sesuai standar reaksi dinta dioksida saja) dan kemudian aku berpikir, mungkin itulah sebabnya aku diterima di setiap tes masuk universitas yang aku tempuh dibanding teman-teman lain yang punya prestasi akademik yang lebih tinggi dari aku. mungkin lho, walau aku tidak tau pasti…
tadi aku menyadari bahwa mungkin mencontek itu bukanlah hal yang straight salah, dalam konteks bahwa sebenarnya hal tersebut bisa mengangkat kita ke tempat yang seharusnya. aku tidak tau istilah yang paling tepat untuk mendeskripsikan kenapa seseorang tidak mau mencontek sedangkan yang lain mau, tapi aku menganggap itu sebagai keangkuhan.
sebagai contoh tadi, (more…)
