reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

tidak ada ide untuk Indonesia January 25, 2009

Filed under: opinion — diodinta @ 2:20 pm
Tags: , , , ,

tidak akan ada ide yang cukup bagus untuk majunya Indonesia!!

Aku untuk Negeriku, Bugiakso Blog Competition 2009

dulu waktu SD saya mati-matian ngapalin segala tetek bengek Indonesia. mulai dari peta buta, suku bangsa, nama provinsi, ibukota, nama baju adat, senjata,makanan, dan masih banyak lainnya yang membuat otak kecil saya waktu itu nyaris membengkak dan meledak (lebay mode on). i had no idea kenapa bisa begitu banyak, bukannya ini cuma bikin anak-anak yang ingatannya pendek macam aku dapet nilai jelek di pelajaran IPS?

waktu demi waktu berlalu dan lihatlah apa yang kita dapat dari keberagaman itu? rasa saling menghargai dan menghormati? ho..ho..ho… jangan terlalu banyak berharap. perpecahan dimana-mana. antar bangsa sendiri loh padahal. ejek sana ejek sini, kelahi sana kelahi sini, miris…. (maaf karena terlalu menggeneralisir >.< ). masa ada juga yang kesal kayak anak SD karena keberagaman ini? ūüėÄ

atau juga, sono berkoar koar tentang kejelekan pemerintah dalam menjalankan kepemimpinannya. jadi pemerintah ketika Indonesia mengalami keterpurukan semacam ini tidaklah mudah mengingat keberagaman yang dimiliki Indonesia. Tidak mudah menghasilkan keputusan yang bisa menyenangkan semua pihak.kalo kamu mau semua kebijakan yang dibuat pemerintah membuatmu senang, dia senang, semua senang, kelaut aja sono,hahahaha…. (more…)

 

tidak ada tempat buat perbedaan January 19, 2009

Filed under: opinion — diodinta @ 3:32 am
Tags: , ,

ada banyak orang supel, yang bisa bergabung dengan kelompok manapun. tapi banyak juga ada orang yang susah bergaul hingga tidak bisa masuk kelompok manapun sebagai contoh di kosan saya. ada satu anak yang semua anak, termasuk saya, menganggap orang itu tidak cukup waras. sebenarnya ketidakwarasannya belum dalam tahap yang mengganggu, tapi kadang-kadang mengganggu juga sih,hehehe.. hampir setiap anak di kos pernah terlibat adu mulut dengannya, saya termasuk orang yang beruntung karena tidak pernah terpancing dengan ulah anehnya.

saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya ketika salah seorang teman kos saya menutup pintu ketika orang itu sedang berjalan menuju kamarnya. pintu ditutup tepat di depan hidungnya. dan ini tidak hanya terjadi sekali dua kali, tapi hampir setiap waktu. tidak ada yang bisa lakukan selain bilang : kalian ngawur sekali.

tapi saya bisa mengerti perilaku mereka karena mereka lebih sering dikos dibanding saya, dan lebih sering bertemu dengan orang itu. mereka beralasan lebih baik begini daripada menyulut adu mulut lagi.

setelah saya pikir-pikir, kebanyakan orang memang begitu, sayapun termasuk ke dalamnya. saya jadi ingat tentang kisah senior di kampus saya yang disinyalir tidak waras, dan bagaimana perlakuan orang-orang lain terhadapnya.

orang orang biasanya hanya berkumpul dengan orang yang sama dengan mereka, dan secara tidak sadar mengeliminasi orang-orang yang tidak sama untuk membentuk kelompok sendiri.

orang normal rata-rata tidak tahan berada di dekat orang yang tidak normal, bahkan cenderung untuk menjauhi dan jangan salahkan ketika dia menjadi lebih tidak normal dan tiba-tiba menghilang dari peradaban.(lebay mode on)

rata-rata emang itu yang terjadi, lihatlah disekeliling kalian betapa banyaknya hal seprti ini terjadi. atau mungkin kalian bisa lihat diri kalian sendiri, jika kalian termasuk salah satu dari banyak orang yang mengeliminasi orang yang lain, jadilah temanku,wakakakak!! secara tidak sadarpun ternyata saya termasuk salah satu orang jahat yang tidak memiliki cukup space di diri saya untuk dibagi ke orang yang berbeda dari saya. saya jadi ingat blog salah seorang teman saya yang pernah posting hal seperti ini.

saya hanya sedang bersiap-siap ketika¬†saya melakukan hal ini,kemungkinan besar¬†saya¬†akan diperlakukan demikian di kemudian hari, karena¬†saya percaya karma itu ada.¬†¬†mungkin ketika saya kena karma itu, saya akan menulisaknanya di blog lagi ūüėÜ

 

sebuah cerita January 7, 2009

Filed under: cerpen — diodinta @ 8:40 am
Tags: , ,

aku menatap langit-langit kamarku, tidak begitu kucermati, tapi aku bisa melihat beberapa sarang laba-laba yang pasti akan membuat ibuku ngomel-ngomel kalau tau. tapi toh aku ngekos, dan ibuku tidak akan sempat berkunjung ke sini,lalu apa lagi yang harus aku pikirkan?

banyak. sangat banyak, menambahnya dengan masalah sarang laba-laba yang mengganggu mataku hanya menambah takaran racun dalam otakku saja, toh aku tidak akan menggerakkan kakiku seinchipun untuk melakukan apapun, termasuk membersihkan sarang laba-laba. ah,, tidak… aku sangat lelah.
padahal tadi malam aku bertekad bahwa ini adalah terakhir kali aku meratapi semuanya. aku bertekad bahwa besok pagi akan menjadi hari yang luar biasa membahagiakan untukku. walaupun aku harus berpura-pura untuk itu. ini merupakan simulasi yang bagus kan? sekarang aku sadar bahwa kerja otak, hati dan tubuh bisa jadi tidak sinkron, (more…)