reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

sebuah cerita January 7, 2009

Filed under: cerpen — diodinta @ 8:40 am
Tags: , ,

aku menatap langit-langit kamarku, tidak begitu kucermati, tapi aku bisa melihat beberapa sarang laba-laba yang pasti akan membuat ibuku ngomel-ngomel kalau tau. tapi toh aku ngekos, dan ibuku tidak akan sempat berkunjung ke sini,lalu apa lagi yang harus aku pikirkan?

banyak. sangat banyak, menambahnya dengan masalah sarang laba-laba yang mengganggu mataku hanya menambah takaran racun dalam otakku saja, toh aku tidak akan menggerakkan kakiku seinchipun untuk melakukan apapun, termasuk membersihkan sarang laba-laba. ah,, tidak… aku sangat lelah.
padahal tadi malam aku bertekad bahwa ini adalah terakhir kali aku meratapi semuanya. aku bertekad bahwa besok pagi akan menjadi hari yang luar biasa membahagiakan untukku. walaupun aku harus berpura-pura untuk itu. ini merupakan simulasi yang bagus kan? sekarang aku sadar bahwa kerja otak, hati dan tubuh bisa jadi tidak sinkron, dan itulah yang terjadi pada diriku sekarang. yang terburuk adalah bahwa aku terbangun dengan air mata yang menetes, apa lagi yang bisa aku harapkan dari hari yang indah ini? dan sudah 11 jam sejak air mata itu mengalir aku masih disini, di tempat tidurku, menanti seseorang membuka pintu kamar dan mengajakku bercanda, atau menawariku untuk dititipi makan. aku sangat lapar, tapi terlalu malas untuk beranjak. aku tak akan menggerakkan seinchipun kakiku dari sini. tidak untuk hal apa pun.
aku melirik ke hape dan mp3ku yang sudah mati. mereka tampak merana bagiku, tapi aku tidak akan menggerakkan seinchipun kakiku untuk menge-charge-nya, bahkan earphone mp3ku yang sudah sunyi masih terpasang ditelingaku. entah kenapa tidak ada cukup tenaga bagiku untuk melepasnya. mungkin terdengar gila, tapi aku masih bisa mendengarkan lagu-lagunya di otakku, dan aku ikut bergumam menyanyikan lagu-lagu yang dimainkannya. untuk saat ini, ini sudah cukup bagiku.
apa sekarang sudah masuk musim hujan? aku merasa mulai kedinginan sekarang, dan kipas angin di ujung sana sama sekali tidak mau mengerti dan mati saja dengan otomatis. atau lebih baik lagi kenapa tidak konslet saja listriknya agar aku bisa tenang, semakin dalam dalam kegelapan ini. aku membenci semuanya. kenapa dunia tidak berakhir saja sekarang?? kenapa harus menunggu dia menikahi perempuan jalang itu?
ah.. air mataku mulai mengalir lagi. kenapa mulai tidak sinkron lagi? untuk bajingan itu, setetespun harusnya tidak pantas untuknya. sama sekali tidak pantas.
sekarang malah makin deras,, seharusnya seorang bajingan dan perempuan jalang cocok hidup bersama, meraka akan hancur bersama, dan aku berharap itu terjadi secepatnya.
lalu aku membiarkan semuanya keluar agar lekas selesai sampai akhirnya menangis membuatku lelah dan mengantuk. sebelum tertidur aku berdoa agar besok menjadi hari dimana aku tidak akan meratap lagi, dimana esok akan menjadi hari yang luar biasa membahagiakan untukku.

Advertisements
 

8 Responses to “sebuah cerita”

  1. ziezahworld Says:

    wah….nomor satu…..is,geje-nya jangan lama-lama, gantilah isi blogmu ini dengan sesuatu yang lebih mutu…ditunggu bokkkk!!!

  2. milham Says:

    wah.. curhat po apa nie?
    kisah nyatakah?

  3. nonasheila Says:

    ow…sinetron euy.. ๐Ÿ˜†

    sowie sowie becanda is… :mrgreen:

    yah…memang kadang kita meratapi hal2 di masa lalu yang kita sesalkan, gw juga sering, tapi ratapan itu, air mata itu secepat itu pula akan kita lupakan…

    beuh ikutan geje juga daku kalimatnya ๐Ÿ˜†

    mungkin tuhan nyuruh kita ngeluarin air mata secara berkala untuk menjaga kesehatan mata kita ini, makanya dibuatlah sesekali kita mengalami kejadian yang tidak asik sehingga menangis :mrgreen:

  4. han2cute Says:

    kok isinya puitis amat yak???
    kayak pusisi tp juga cerita… waw…hebat hebat hebat…
    kmu ikutan lomba bikin puisis aja… ahahahahah

  5. baobaz Says:

    iya lah..
    kamar cewe tuh harus bersih dan indah.
    namanya juga cewe, masa kamarnya kotor.
    malu-maluin ah..

    kalo cowo gpp, karena wajar.
    ha ha ha…

  6. ayip_eiger Says:

    Duh curhat nya… sampe leleh tuh air mata. Yo wes toh ndok, yang di belakang jangan diratapi, tapi rencanakan buat yang ada di depan..

  7. diodinta Says:

    @ all : wikikikik… ini cuman sebuah cerita y. tentang seseorang yang ga sadar akan membunuh dirinya sendiri. ga da hubungannnya ma aku. kalo aku mau bunuh diri, aku akan memilih cara yang lebih manis,hehe….

  8. chephz Says:

    heuuu,. alone yeah ??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s