reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

the last perfect hell March 24, 2009

Filed under: curhat — diodinta @ 12:19 am

mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa sebulan ini saya jarang mengupdate blog saya. (pasti langsung ada yang komentar : GR banget kowe is…. who cares???????) ya begitulah, sebulan kerja praktek membuat saya mengalami seperempat kejadian paling menarik dari keseluruhan hidup saya. terutama pengalaman di luar study-dan kerja itu sendiri. entah kenapa aku merasa Yang Diatas Sana ingin aku mengalami segalanya sekarang. terutama untuk hal-hal yang buruk. mungkin agar aku makin matang menjalani hidup (wikikkkikikikkk)

mulai dari terjebak dalam sesaknya busway slama hampir 3 jam gara2 jakarta banjir (dan sialnya waktu itu saya dapetnya berdiri. i couldn’t feel my feet), kemudian keesokan harinya kereta yang kutumpangi mogok. (perfect 2 days hell). tapi makin lama aku merasakan hal ini hal yang biasa.

terus waktu akhirnya aku memutuskan berangkat kerja naek kereta ekonomi saja agar bisa turun di statiun pasar minggu yang jauh lebih dekat dari kantor, aku melihat anak kecil yang kena lemparan batu oleh penumpang kereta api yang naek ke atas gerbong (saya heran kenapa mereka marah karena petugas keamanan memaksa mereka turun). aku melihat petugas keamanan yang melempar tongkatnya ke arah penumpang gara-gara emosi diledek oleh penumpang tersebut. lalu keesokan harinya melihat jendela statiun dilempar batu oleh penumpang kereta yang naek ke atas gerbong, PRANGGGG…. membuatku shock berat, terus melihat penumpang yang terpincang (atau lebih tepatnya tidak bisa jalan) setelah jatuh dari kereta setelah sebelumnya kena lemparan petugas keamana yang menyuruh penumpang di atas gerbong turun.Yang Diatas pengen menunjukkan padaku dengan cara yang sedikit ekstreem bahwa disini, berkeliaran banyak orang orang yang tidak beradab hingga aku harus benar-benar berhati-hati.

kemudian hari terakhir kerja. saya pulang tanpa membawa dompet (dompet saya ketinggalan di laci meja kantor) setelah saya sampai di statiun saya baru sadar (waktu butuh uang buat beli tiket kereta) bener2 damn thing. mana uang di saku waktu itu tinggal 1000 perak. uang segini gag cukup buat balik ke kantor (2000 perak) ataupun balik ke bogor (yang inimal butuh 5000 perak).bener2 sial, hampir setiap kata makian keluar di otakku. bingung harus gimana. akhirnya,, gara2 uang 1000 saya memberanikan diri dan menutup malu menggadaikan sim card hape saya ke salah satu tukang pulsa di statiun. buat balik kantor ambil dompet. cuman gara2 1000!!!!!!!!! kesal sekali saya mengingat ini.

sekian cerita pengalaman pahit kape saya. pengalaman manis, nyusul deh (kalo sempet)

😀 😀 😀 😀 😀

 

it’s my first love March 2, 2009

Filed under: curhat — diodinta @ 9:01 am

kalian harus hati-hati baca judul postingannya loch…
supposed to read : it was my first love….. (dengan gaya tahun 70’an) 😆
entah kenapa saya jadi teringat kisah saya pertama kali merasakan debar-debar aneh terhadap lawan jenis, padahal waktu itu, bahkan saya belum mendapatkan menstruasi pertama 😆
ya begitulah, saya masih ingat kejadiannya. saya masih kelas 1 SMP, ih masih imut banget. tinggi badan belum ada 140cm, kurus, cungkring, belum ada bagian tubuh yang menonjol (emang sekarang ada is???) rambut berantakan, kumel, item, masih suka lari2 sekeliling rumah gag pake sendal. waktu itu kakak perempuanku yang kelas 1 SMA mengajak teman2nya nonton film di rumahku.
dan, betul, saudara-saudara, dia datang dengan status sebagai cowok temen ceweknya kakakku. i’d fallen on the 1st sight. baru setelah itu aku tau kalo dia ternyata satu sekolah denganku. kelas 3 SMP. 3E, aku ingat banget 😆
kebetulan waktu itu kelas ku ada di lantai atas yang bisa melihat hampir keseluruh sekolah (kecuali kelas yang ada di lantai bawahku). dan dia semakin sering tertangkap mataku.
wah pokonya norak banget lah, sekalinya ngobrol aja jantungku dah melompat-lompat. bahkan aku pernah menuliskan surat cinta untuknya (walaupun surat itu berakhir dengan aku meyobek-nyobek, apa dibakar ya??? pokoknya aku musnahkan lah).
satu tahun berlalu dan dia pun lulus. dia juga dah putus ma temen kakakku. tapi aku sama sekali tidak ada pikiran untuk mendekatinya (aku masih culun banget lah pas itu, ngobrol aja dah seneng banget)
lalu semuanya berakhir???? tidak, saudara…saudara….
kebetulan kalo aku berangkat sekolah, pasti berpas2an dengannya (atau bisa dikatakan saya berangkat lebih pagi untuk bisa berpaspasan dengannya).
tidak berapa lama, dia pindah ke Bandung, dan berakhirlah sudah semuanya 😆

it’s maybe my first love.

kenapa saya bilang it was??? karena ini mungkin saja bukan cinta pertama saya. maksudnya, saya orang yang percaya bahwa cinta itu hanya sekali seumur hidup (serasa di negeri dongeng ya??? wakakakakkk). dan setelah saya ingat lagi ini berasa sangat lucu. sedikit menyesal karena bahkan sampai saat ini dia tidak pernah mengetahui perasaanku saat itu. mungkin dia bisa membelikanku permen atau apa gitu buat adik kelasnya yang malang ini 😀

saya hanya mau share nostalgia 😆