reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

Prikitiw For Merapi October 16, 2009

Filed under: Uncategorized — diodinta @ 3:20 am

Alhamdulillah, akhirnya, setelah lama berangan2 pengen naek gunung beneran, keinginan itu tercapai juga. walau sempat bingung dan bimbang karena tiba-tiba aku di suruh ke bogor sehari sebelumnya. Aku nyadar betul, berhubung aku yang bikin acara manjat ini, kalao aku undur atau batalin, pasti aku akan di bunuh banyak orang, Jadi dengan bermodalkan tekad bahwa semua akan baik-baik saja, hari kamis siang aku berangkat ke Gombong naek kereta, sorenya berangkat ke Bogor naek Bus, hari Jumat sorenya aku berangkat ke Jogja dari bogor, dan karena sial, aku sampai Yogya baru sekitar jam 12 siang hari sabtu. setelah ngobrol-ngobrol bentar dengan teman yang baru datang dari purwokerto, aku berangkat belanja untuk perbekalan kita di atas sana.

rencana kumpul di basecamp jam 4 sore hari sabtu itu juga, tapi berhubung ada anak yang telat, jadi kami, 11 orang, berangkat dari Yogya jam 7 malam. Karena ada yang sempet mampir makan dulu di jalan. terus ada yang sempet Boker juga pas di kaki gunung, kami memantapkan kaki untuk melangkah menuju puncak merapi sekitar jam 10 malam,

ditemani dengan lampu senter seadanya dan angin malam yang dingin, Brrr… kami berangkat.. bener kata laras (ketua mapala K.H yang juga temen es em pe, es em a, dan tenman sepermainan di jogja ini) manjat malam hari lebih enak karena kita tidak tahu medan dan tujuan, jadi selama manjat yang perlu kita lakukan hanyalah memerintahkan kaki untuk melangkah.

karena dingin dan angin yang semakin kencang, tanah pun membeku, badanku rasanya kaku semua, terutama telapak tangan yang kerjanya tidak ditutupi (megang senter dan pegang-pegang apa aja kalo tiba-tiba hilang keseimbangan). kalo laras tidak menggandengku di akhir perjalanan manjat, mungkin aku tidak kuat samapi ke pasar bubrah. rasanya capek banget, terutama karena aku sudah 2 hari tidak tidur dengan benar (gimana mau tidur dengan benar kalo 2 hari kamu di bus).

tapi itu mungkin cuman alesan aja, wkwkwkwk… tapi yang jelas, aku sudah mengantisipasi hal ini dengan mengajak cowok yang banyak. jadi, selain bisa membawa lebih banyak bawaan, bisa bantu-bantu juga 😀

kami sampai pasar bubrah dini hari, jam 3 kurang. cowok-cowokpun mulai mendirikan tenda, dan ketika tenda siap, aku langsung gabruk… TIDUR.. padahal udah dibikinin teh panas ma mie, dah gag kuat bangun gara2 capek berat + dingin berat.

aku bangun paling pagi, kira-kira jam setengah 6, itupun gara-gara kebelet pipis. (more…)

Advertisements