reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

Bang Sukrip : Pendahuluan August 11, 2010

Filed under: Uncategorized — diodinta @ 5:56 am

Akhirnya, untuk pertama kalinya aku membahas tentang kuliah di blogku. Ya biar agak kelihatan lah kalo aku juga serius kuliah, gag cuman jalan-jalan atau beromong kosong doank. Sekian waktu yang panjang semasa kuliah aku cuman akan membahas tentang skripsi, hal yang aku usahakan agar dia bisa membantu aku untuk keluar dari lingkaran kesedihan angkatan tua yang setiap kali bertemu orang ditanya : “kapan lulus?”  “kuliah semester berapa?”  “kapan wisuda??”

**PLAKKK**

sesungguhnya pamali bertanya seperti itu kepada angkatan atas.  pertanyaan itu terdengar seperti “kok gag lulus-lulus sih kau??” oh…. menulisnya saja membuatku sedikit kesal. ya begitulah, pertama kali excuses ” lah, tempat saya yang lulus baru 1 orang kok” kemudian menjadi “lah seangkatan saya yang lulus baru 6 orang kok” mungkin suatu saat menjadi tidak mempan lagi jika angka tersebut sudah menembus angka 20 atau 30. fiuhh… oleh karena itulah dengan semangat membara, dan dengan halangan dan kebuntuan yang membara juga, aku mulai mengabdikan diriku kepada bang sukrip (panggilan sayangku kepada skripsi, red)

Sebagai anak ilmu komputer, seharusnya saya bisa yang namanya coding. ya coding adalah menuliskan kata-kata rumit yang orang normal tidak bisa mendeskripsikannya. tapi pada akhirnya akan berakhir indah dan berguna (OPO e….. ). (more…)

Advertisements
 

Perjalanan ke Pantai Siung August 5, 2010

Filed under: Uncategorized — diodinta @ 3:23 am

Setelah tersulut cemburu seorang teman yang sedang KKN di Lombok dan memamerkan keindahan alam disana, saya dan ketiga teman SMP saya yang masih setia sampai saat ini gag mau kalah. jadi kebetulan, ketika datang masa salah satu dari mereka makan-makan ulang tahun, tercetuslah ide untuk sekalian ke Pantai di daerah gunung kidul. Kenapa gunung kidul?? karena pantai di daerah ini lebih indah dibandingkan pantai di daerah lain. Pasirnya terlihat putih, kalo aku melihat tanpa kacamata (hiahahhahahahaaa). tapi indah itu terlalu objektif, mungkin ada yang menganggap lain, tapi inilah pandanganku. ‘wong ki beda-beda’ kesimpulan selalu diambil ketika aku berdebat dengan seorang teman.

Kami kesana berempat, naek motor. mengarungi bukit jalanan bukit wonosari yang mendebarkan. mungkin karena kami kesana siang hari ketika matahari sedang sangat bersemangat menyengat kulit, jalanan menjadi agak sepi . Lancar sejahtera walau pantat terasa sangat panas ketika akhirnya kami sampai di pantai siung. Pantai siung dipilih secara acak ketika kami di tengah perjalanan. sebenarnya banyak pilihan pantai di sini, kesemuanya punya daya tarik masing-masing. Tapi, waktu kami sangat terbatas, jadi Pantai Siung lah yang beruntung waktu itu untuk kami jelajahi.

(more…)