reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

the real case September 4, 2010

Filed under: Uncategorized — diodinta @ 4:51 am

karena koneksi di kampus yang udah gag oke lagi buat donlod-donlod, akhirnya saya nebeng donlod di kos teman demi mendapatkan film ini. soalnya saya cari di rentalan juga kagak ada. saya menonton film korea : ‘the case of itaewon homicide’, dan efek film itu masih terbayang sampai sekarang. yang luar biasa dari film ini adalah efek sosial terhadap orang yang menontonnya, apalagi ini diangkat dari kisah nyata : sebuah kasus yang penyelesaiannya belum ada walau sudah lewat lebih dari 12 tahun. yah, aku hanya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan keluarga korban yang tidak mendapatkan keadilan.

saya penggemar kisah-kisah detektif tapi yang bisa saya nikmati selama ini hanyalah kisah fiksi dalam komik ataupun anime yang kesemuanya pasti berakhir dengan terungkapnya pelaku sebenarnya. dan ketika saya mengetahui bahwa film ini diangkat dari kisah nyata dan pelaku sebenarnya masih dalam tanda tanya (karena pada akhirnya tidak ada yang dihukum berat karena pembunuhan ini), saya menonton film ini dengan seksama.

karena telah banyak yang ngereview film ini, contohnya ini, saya tidak akan lagi ngereview lagi. yahm, paling bahas-bahas sedikit lah, hehe… walaupun cukup banyak yang bilang film ini ‘kurang’,  tapi saya beranggapan bahwa film ini bagus dan ini bukan karena oppa jang geun seuk . tapi daripada saya bingung-bingung mbahas tanggapan saya terhadap film ini, lebih baik saya ngereview dikit lah. udah saya bingung nulisnya, sampeyan bingung mbacanya, gag lucu banget kan jadinya.

jadi kisahnya itu dibuka dengan jong pil jo (diperankan song jung ki) , seorang mahasiswa yang mampir ke restoran burger di daerah itaewon buat buang air kecil di tusuk 9 kali dan tewas di toilet restoran itu. penyelidikan menggiring seorang pemuda U.S keturunan korea bernama pearson (diperankan oppa jang geun seuk) sebagai tersangka. pearson saat itu di restoran bersama teman-temannya, nah dia bawa pisau dan dipamerkan ke teman-temannya. saat teman2nya keluar untuk merokok, tinggallah pearson dan salah satu temannya, AJ (Alex Jung, diperankan shin seung hwan). nah disinilah kerumitan terjadi. pearson mengaku AJ lah yang membunuh, sedangkan AJ tetap bersikeukeuh banwa pearsonlah yang melakukannya. prosecutor park (diperankan jung jin young, lawan main oppa jang geun seuk dalam film the happy life) menjalani penyelidikan yang membuatnya menjadi dilemma karena keduanya memiliki alibi yang tidak sempurna. pada akhirnya dia yakin bahwa AJ lah yang bersalah, walau ditunjukkan juga bahwa dia tidak yakin bahwa pearson bukanlah pelakunya. pearson dihukum pada tahun 1997 karena membawa senjata tajam, dan AJ dihukum seumur hidup pada pengadilan yang sama.

film berhenti pada keterangan bahwa pearson dibebaskan pada 1998 dengan pengurangan tahanan dan kemabali ke US pada tahun yang sama. AJ (kalo diindonesia mungkin namanya mengajukan banding ya?) dihukum 20 tahun penjara, kemudian mengajukan ke pangadilan yang lebih tinggi lagi, dibebaskan. AJ memang memiliki keluarga yang cukup berpengaruh, apalagi diceritakan bahwa pemerintah US cukup melindungi warga negaranya. yah walaupun saya tidak cukup mengerti apa yang terjadi disini, tapi sepertinya politiklah yang bermain.

nah, dalam beberapa kesempatan saya gugle-gugle tentang kasus yang sebenarnya terjadi, tapi tidak banyak yang saya temukan, kecuali kabar bahwa kasusnya di re-opening kembali setelah adanya film ini.  i’m dying to know the truth… maksud saya,ck… kalau memang AJ melakukan penusukan itu ‘just for fun’ , does it make sense? kalau di cerita detektif-detektif gitu, 2 hal yang paling penting kan motif dan alibi ya. saya jadi ingin tau bagaiman AJ dan pearson melewati sisa-sisa hidup mereka dengan kebohongan yang tlah mereka lakukan. kebohongan yang didapat keluarga korban,, yah.. naas aja ngebayanginnya. gag bisa bayangin kalo kasus seperti itu terjadi di indonesia bakal jadi seheboh apa, atau malah jadi tenggelam karena pengaruh pihak-pihak yang punya kekuasaan lebih.

yang saya tau hanyalah bahwa tidak seharusnya nyawa seseorang dengan mudahnya dipermainkan tanpa tanggung jawab. bukan cuman tanggung jawab ketika kita berhadapan denganNYA, tapi juga ketika di dunia ini. yah seperti judul lain film ini ‘when the truth lies’ , benar-benar cocok…

ngomong apa e aku.. yah, pokoknya saya turut berduka cita… (kisah dalam film ini benar-benar membekas di benak saiya).  RECOMENDED!!!

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s