reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

Cita-Cita July 18, 2011

Filed under: curhat — diodinta @ 10:57 am

sedari kecil manusia selalu ditanya : ‘apa cita-cita kalian’. mengingat hal itu tentu bisa membuat kita tersenyum karena ternyata kita bisa mengatakan dengan lantang apa cita-cita kita waktu kita masih kecil. menganggap hal itu akan benar2 bisa terwujud jika kita bekerja keras ketika kita dewasa nanti. atau bahkan kita tidak pernah berpikir kalau cita-cita tersebut bisa saja tidak terwujud. tapi itulah enaknya jadi anak kecil. they just need to worry about point they get in school or worry not to stain their clothes.

Waktu SD, aku ingin jadi pramugari atau polisi. mungkin waktu itu aku berpikir aku akan tumbuh menjadi gadis yang tinggi semampai atau berpenampilan menarik. lol. tapi sampai SMP kelas 2, aku selalu jadi yang terpendek. mataku ternyata minus pulak. pupuslah sudah. kemudian aku berpikir. mau jadi apa aku……… waktu SMA aku jatuh cinta (?) sama guru les matematika ku. waktu itu aku cuman berpikir. wahh~~~ mungkin keren juga jadi guru. dan aku merasa aku cukup bagus dalam matematika. jadi aku berpikir ingin jadi guru saja. guru matematika. how cool is that XD

tapi entah kenapa kemudian saya masuk jurusan ilmu komputer di UGM. dan waktupun berjalan dengan saya tanpa peduli akan apa yang terjadi. kemudian datanglah masa itu. masa dimana teman2 seangkatan saya mengatakan bahwa masa itu adalah masa #galau. masa yang dimulai ketika skripsi tidak pula selesai sesering apapun kita memikirkannya. bang sukrip yang tidak pula mengalah sesering apapun kita mengerjainya.

dan yang lebih bikin #galau semakin menggila adalah masa-masa penantian. penantian ujian proposal, penantian sidang skripsi. nah benar-benar gila adalah ketika semuanya sudah selesai dan kita bertanya-tanya. what’s next?

tidak usah menggunakan kata kita. cukup saya saja, yang saya rasa cukup mewakili sebagian dari pengangguran baru. masa dari yudisium ke wisuda mungkin cukup menyenangkan karena kita belum resmi menjadi pengangguran. nah, ketika wisuda telah datang itu. kebahagiaan dan kekawatiran bergabung menjadi satu.

waktu itu yang menjadi prioritas saya adalah mendapatkan perkerjaan secepatnya. dan alhamdulillah saya mendapatkannya. tapi entah kenapa sekarang pemikiran ini membuatku #galau lagi. galau dan selalu galau. penyakit manusia (atau hanya aku?)

tapi aku selalu berpikir apa ini sudah yang terbaik? bukan tidak mensyukuri apa yang ada ~~~ tapi gimana lagi. i had enough living in a life that wasnt planned. i just want to make sure my future is save. no matter what

hh~~~~~ kalo lagi gini mikirnya : enakan jadi ibu rumah tangga aja. masak terus nonton sinetron sambil ngemil seharian. dah niat gitupun masih sulit : mana calonnya? kekekekekeke….. beginilah hidup… kebingungannya tiada akhir 🙂

Advertisements
 

2 Responses to “Cita-Cita”

  1. tika Says:

    setujuh aku is…senasib… >_<

  2. gin tampan Says:

    hhhmmm…
    no comment…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s