reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

Hilangnya Kesadaran Itu November 22, 2011

Filed under: opinion — diodinta @ 5:45 am

walaupun aku tidak suka bola, dan tidak mengikuti jalannya SEA GAMES, tapi aku tau apa yang terjadi karena banyak temanku yang di facebook dan twitter yang mengumumkan updatannya. inilah kehebatan jejaring sosial. semua berita bisa menyebar dengan cepat tanpa harus menonton tivi atau mendengarkan radio. tapi ada satu hal yang benar-benar mengusik pemikiranku tadi malam. pertandingan final sepak bola indonesia – malaysia. Banyak sekali tweetline atau status facebook yang menjelek-jelekkan malaysia. dan yang membuatku benar-benar prihatin adalah ada juga yang bukan sekedar menjelek-jelekkan, tapi menghina.

latar belakang kenapa banyak orang yang bersikap seperti itu aku tau, tapi sikap seperti itu tetap tidak bisa diterima. ada satu orang yang memposting satu gambar kartun dimana tokohnya mengencingi bendera malaysia. apa sikap seperti ini bisa diterima? Beberapa sepak terjang Malaysia dalam ‘mencari masalah’ dengan indonesia memang cukup mengganggu, tapi bukankah justru karena masalah ini kita, masyarakat indonesia, lebih menghargai budaya dan apa yang kita miliki?

Ada satu web berita yang memposting tentang salah satu warga malaysia yang ‘memprotes’ sikap beberapa orang indonesia yang mendiskriminasikan orang-orang malaysia waktu jalannya sea games. menurutku justru ini tamparan bagi masyarakat indonesia sebagai tuan rumah suatu ajang internasional (yah, ajang asean lah..). tapi apa yang terjadi saudara-saudara? komen2 yang ada di artikel tersebut justru mencaci malaysia dan menganggap bahwa mereka pantas mendapatkannya. what the heck?? (more…)

Advertisements
 

Kehidupan di Bogor November 16, 2011

Filed under: curhat,opinion — diodinta @ 5:05 am

Hampir 2 bulan saya tinggal di bogor dan benar-benar menikmati, atau lebih tepatnya mencoba menikmati, kehidupan didalamnya. Dulu, ketika saya tinggal di bogor, tapi dalam status liburan. kehidupan di bogor jauh lebih menyenangkan karena saya memiliki banyak hasrat untuk jalan-jalan dan mencoba semua yang ada. tapi kini, ketika semua hasrat hilang dengan jauhnya jarak rumah-kantor dan cuaca bogor yang sering hujan. bukannya tidak bersyukur atau apa, tapi capek juga rumah jauh, naek motor, harus hujan-hujanan pulak.

satu minggu pertama menikmati arus lalu lintas di bogor. Ada beberapa hal yang benar-benar mengusikku. Kalo kemacetan sih aku sudah cukup terbiasa dengan gilanya kemacetan di jakarta. tapi ini, bener2 deh. satu hal menurut saya menyebabkan jalanan di bogor kurang lancar adalah sempitnya jalan. ya itu bisa di maklumi. sebutan yang cukup terkenal dari bogor adalah ‘kota dalam taman’. sebuah kota dibangun dalam taman, jadi cukup make sense bagiku kalo jalannya kecil-kecil. Tapi yang gag make sense adalah : jumlah angkotnya!!

Aku merasa bersalah tiap kali berpikir ‘seharusnya pemerintah mengatur jumlah angkot yang bisa beroperasi di bogor’. tapi kalo ini dilaksanakan, apa yang akan dilakukan para supir angkot. mereka menjadi pengangguran donk. tapi rasa bersalah ini hilang ketika banyak angkot yang dengan seenak wudel berhenti dan mangkal di pinggir jalan. dan ketika hal ini terjadi di depan mataku, tak ada hal lain yang bsia aku lakukan selain ngomel kepada diri sendiri : ‘benar-benar perbuatan tidak terpuji’

dan kemudian saya jadi ingat bahwa kata-kata tidak terpuji sering kali saya dengar ketika saya belajar di bangku sekolah dasar. kata-kata tidak terpuji cukup populer saat itu, tapi aku tidak pernah mendengarnya lagi saat ini. kenapa bisa begitu? mungkin karena orang-orang mulai lupa bagaimana melakukan hal yang terpuji. (more…)

 

Review Film : Sector 7 (K-Movie) November 15, 2011

Filed under: Uncategorized — diodinta @ 6:08 am

Pemain : Ha jiwon (yang main secret garden, What Happen in Bali, Sex is Zero), Oh Ji Ho (yang main di Chuno)

Film ini dah masuk indonesia belum ya? soalnya waktu nonton Ra One di blitz grand indonesia, film ini masih coming soon. Tapi untungnya sudah ada DVD bajakan yang surprisingly gambar dan terjemahannya dah bagus. pertimbangan pertama saya nonton film ini adalah ha jiwon (dia salah satu actress korea fav gw). kedua, film ini juga sukses di korea karena mengusung film 3D dan CG CG yang menarik (yah, walaupun di bandingin film hollywood masih agak kalah). jadi pengen nonton aja gimana hasilnya.

cerita dimulai dari sebuah pertambangan di tengah laut (tidak yakin apakah bisa disebut pertambangan karena mereka sendiri sedang dalam tahap berusaha mencari sumber minyak di sana. dimana semua pemeran utamanya berkumpul. Kehidupan mereka pertama mulai menjadi aneh ketika mereka menemukan binatang dasar laut yang cukup menarik (bersinar-sinar gitu). kemudian mulai terjadi kematian-kematian yang terjadi, pertama karena kecelakaan, kemudian pembunuhan. (more…)

 

cerpen : dia sahabatku.. (1) November 12, 2011

Filed under: cerpen — diodinta @ 12:00 pm
Tags:

Sayangnya kita sama sekali tidak bisa merasakan apa yang orang lain rasakan.

Itulah yang ada dalam benakku ketika laki-laki ini duduk di depanku, memakan pisang bakar coklat keju yang tidak bisa dinikmatinya. Aku kenal sekali ekspresi itu, dan itu adalah ekspresi khasnya ketika sedang tertekan memikirkan sesuatu. dan akulah yang membuatnya tertekan. tapi bukan berarti aku tidak merasakan atmosfir yang sama. yang kulakukan 20 menit terakhir ini hanyalah mengaduk-aduk es batu yang mengapung dalam es jerukku, dan aku berpikir apa lagi yang bisa aku aduk 10 menit lagi karena es batu ini sudah terlampau tipis.

Aku ingin memulai pembicaraan, tapi tidak tau harus bilang apa. Aku bahkan tak yakin dia ingin berbicara atau hanya ingin mengintimidasiku dengan diamnya.

Aku bahkan tak berani menatapnya.

Bukan karena sangat menawanlah aku memandangi es batu yang ada dalam gelasku. aku tak tau lagi apa yang harus kupandang, dan tiba-tiba ini membuatku kesal.  Apa aku layak berada dalam posisi terintimidasi seperti ini?

Ya. Mungkin. Pikirku beberapa saat.

Mungkin salahku karena aku tergoda padanya. dia, sahabatku, kekasih sahabatku, aku seharusnya tidak boleh menyentuhnya. Tapi aku sendiri juga tak bisa menjelaskan perasaan menggelora yang ada dalam dadaku setiap kali kita bersentuhan. perasaan yang membuatku melupakan bahwa laki-laki yang sedang kusentuh ini memiliki seorang kekasih, Lina, yang juga temanku.

Dan layaknya screen saver komputer yang sedang idle, seluruh layar pikiranku dipenuhi ingatan tentang kita bertiga. dari awal bertemu, ketika statusku berubah menjadi obat nyamuk, sampai pandangan mata Lina yang membuatku merasa bersalah ketika aku resmi menghancurkan arti pertemanan yang telah kita jalani lebih dari 8 tahun ini.

Ya, aku mungkin layak mendapatkannya.

“Aku mencintaimu” suaranya tampak bergetar. dan aku berusaha untuk tidak menampakkan ekspresi apa pun.

Aku sudah berusaha tapi kata-kata itu tampak sangat keterlaluan bagiku. aku memandangnya, marah. Aku tau air mataku akan segera mengalir. Ada yang terluka dan dia berani katakan cinta padaku?

tapi tak satu kataku keluar dari mulutku. inilah aku ketika aku kelewat marah, atau bingung.

“aku dan Lina mungkin akan putus” suaranya semakin bergetar

“Aku akan membunuhmu jika kau putus dengan Lina.” akhirnya kata-kata itu berhasil keluar dari mulutku. “bahkan jika bukan karena aku, aku akan membunuhmu” tambahku sebelum dia sempat memotongnya.

Aku tau betul seberapa banyak Lina mencintai laki-laki ini. Lebih dari hidupnya sendiri. dia akan kehilangan hidupnya juga ketika kehilangan laki-laki ini.

Dia mendorong tubuhnya kebelakang, bersandar pada kursi. Sebenarnya, tidak perlu sekeras itu. Tapi aku mengerti, dia mungkin sama kesalnya seperti aku.

“Aku harusnya bisa menahan diriku sendiri”

Aku berpikir kemanakah pembicaraannya melaju

“aku seharusnya tak melakukan itu. menciummu.”

Adegan saat wajahnya mendekati wajahku dengan canggungnya muncul dalam ingatanku. (more…)

 

Review : Ra-One November 8, 2011

Filed under: Uncategorized — diodinta @ 6:26 am

wah, baru sempet nulis lagi, jadi walaupun reviewnya agak telat gag pa2. lagian suka-suka saya donk mau ngereview telat atau gag. blog, blog saya. yang nulis juga saya, yang capek saya. lagian juga blog kan gunanya kek diari gt, jadi pas lagi melow, saya kan bisa mbaca ulang diary saya dan inget kalo saya pernah ujan2 nan nonton Ra One di Blitzmegaplex Grand Indonesia (kok jadi sewot sih, kikikikikiki… maklum, lagi dapet. ups!)

 Saya bukan penggemar berat film bollywood, tapi saya dibesarkan oleh keluarga pecinta film bollywood, jadi at least saya bisa menikmati film sejenis ini. (karena banyak orang yang kukenal tidak menyukai film bollywood). Sama seperti penggemar film bollywood lainnya, saya menyukai lebay-lebaynya gaya orang sana. lagunya, tariannya, justru disinilah keistimewaan film bollywood.

Saya nonton film ini karena (terpaksa) menemani kakak perempuan saya menonton. dia lebih lama tinggal di jakarta daripada saya, tapi tetap saja katronya gag ilang2, jadi kemana2 harus ditemani. sejak denger di tivi bahwa RaOne , yang dibintangi aktor favoritnya : shah rukh khan, hampir tiap hari, pagi siang, sore, malam, sms dengan memelas : ayo lah is,,, kapan lagi saya nonton pacar saya di bioskop? (it is fact that my sister call shah rukh khan ‘ pacar saya’, kalo lagi sama anaknya bilang ‘ini pacar mama’. poor shah rukh khan)

berhubung urat baik hati saya masih bagus kondisinya, jadi saya mengiyakan, dan dengan baik hatinya mulai mencari-cari tau jam tayang sampe harga nontonnya. (more…)

 

Untung Sekarang ada internet, kalau dulu… November 2, 2011

Filed under: opinion,Uncategorized — diodinta @ 10:14 am
Tags:

Untung sekarang ada internet. Kalau dulu? Sekedar membayangkan kehidupan manusia sekarang tanpa internetpun agak sulit, terutama bagi saya yang sudah sangat terbiasa hidup di abad milenium.  Saya pribadi merasakan betapa internet memberikan kenikmatan hidup kepada saya yang tinggal sendirian di Bogor. Hidup sendiri, gag punya pacar, seharusnya lengkaplah sudah kesendirian dan kesedihan saya.  Tapi kesendirian ini tidak begitu saya rasakan, karena saya punya internet, tekhnologi yang cuma sedikit lebih primitif dibandingkan pintu kemana saja-nya Doraemon. Katakan kemana kau mau pergi, katakan apa yang kau butuhkan, internet akan membawamu kesana.

Tidak ada satu kasus khusus dimana saya bisa menceritakan kehebatan internet di kehidupan saya, karena, seriously, internet adalah teknologi cukup berjasa dalam kehidupan saya. Tidak cuman satu atau dua, tapi sudah tidak bisa saya hitung lagi. Terlalu banyak hal yang bisa diceritakan. Dulu, sebagai seorang mahasiswa ilmu komputer, saya selalu diharuskan untuk memperlajari sesuatu yang baru, yang bahkan gag bisa gw cari di toko buku. Dimana lagi saya bisa cari bahan selain di internet? Setelah itu gw pikir-pikir, internet adalah salah satu penyebab kenapa (more…)