reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

Supporting Padang.. (1) February 3, 2013

Filed under: traveling — diodinta @ 3:04 pm

Padang-SunsetSetelah hampir setahun bekerja di tempat kerja yang sekarang, baru kali ini saya dipersilahkan untuk bertugas di luar jabodetabek. Pertama kali di beri kabar bahwa saya akan ke padang untuk support cabang baru, hati saya mulai berdebar. Antara senang dan deg-deg an. Kenapa begitu ? Karena saya sudah terlanjur membeli tiket pesawat ke belitung untuk tanggal 18 January 2013, sedangkan saat akhir bulan desember saya belum diberi kepastian kapan akan berangkat. Support cabang itu biasanya 2 minggu. Jadi kalau tidak berangkat awal bulan banget, atau akhir bulan, rencana ke belitungku akan gagal total.

Tapi akhirnya Tuhan menjawab debaran hatiku dengan penetapan bahwa saya akan berangkat ke Padang tanggal 3 January 2013. jadi kalau semua nya lancar, tanggal 17 paling lambat saya sudah akan kembali ke Jakarta tercinta (?). Dengan keberangkatan saya ini, dengan katronya saya pamer bahwa ini adalah pertama kalinya saya naik pesawat. YEY!!

Tanggal 3 penerbangan jam 6 kurang 10 menit. Jadi aku dan ke dua temanku (Sebut saja namanya aperta dan erisia) memutuskan untuk berangkat dari kosan jam setengah 3 pagi. Sialnya, malam harinya saya dilanda masuk angin yang membuat kepala saya sakit dan perut bergejolak menolak makanan yang dimasukkan. alhasil jadilah saya dengan setengah sadar-dan setengah excited berangkat ke bandara dengan packing sebisanya karena sakit kepala. Mana laundrian sempat-dengan katronya- belum selese.

Di bandara sempat menolak semua yang sudah dimasukkan ke perut. jadi setiap berapa menit dengan sempoyongan ijin ke toilet buat muntah. Benar-benar pengalaman terbang pertama yang membekas di hati.  Pesaw.at datang On Time dan perjalanan satu setengah jam yang sangat menyenangkan. dan saya beritahu rasanya : biasa aja.  kecuali ketika melihat semua hal menjadi kecil dan menyadari kebesaran Tuhan. It’s all beautiful all the things God Creates. The Sea, The Land, The Sky, The  Air, The Wind. Subhanallah banget pokoknya. Saya merasa kita semua yang ada di dunia ini adalah kecil di hadapanNya

Sampai di Padang, hati senang dan gembira walaupun badan masih lemas. Aku lupa menuliskan di depan (males banget buat scroll) kalau aku lahir dan hidup 6 tahun lebih di sini. Jadi ada sedikit rasa kangen walaupun sudah tidak sanggup mengingat apapun. Waktu sampai ke Padang, kita bertiga sempat jadi anak ilang karena tidak menyangka bandaranya adalah bandara kecil. Bahkan kita pertama tidak percaya pada tulisan ‘Taksi Bandara’ yang terpampang di Lobi Bandara karena saking tidak meyakinkannya. Akhirnya untuk menenangkan diri dan berpikir jernih, kita mampir ke warung yang ada disana, kemudian sarapan Pop Mie.

Aku tidak akan membicarakan apapun tentang pekerjan disini, karena semuanya berjalan dengan sangat lancar, user yang baik dan welcome, pokoknya tidak ada satu pun yang bisa di keluhkan. Sampai rasanya sedikit sedih harus balik ke Jakarta.  Satu hal yang paling membekas adalah Kepala Bengkelnya yang ternyata sama-sama dari Kebumen. tapi beliau menyebut saya Kebumen Coret karena tidak bisa berbahasa ngapak. Hahahaha… Padahal kan bisa,, T^T.  Sampai saat inipun saya masih merasa terharu dengan kebaikan mereka.

Sempat diajak jalan-jalan juga keliling ama Orang Cabang ke padang dan bukit tinggi. Padang emang Jang!!

Jalan-jalan ke padangnya ada di part 2, Picture Nyusul Inet Lagi Lemot (padahal juga minjem roomate, berani-beraninya ngomong lemot, ehehehe)

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s