reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

Lombok I’m In Love!!! June 15, 2013

Filed under: traveling — diodinta @ 3:22 pm
Tags: , ,

Dengan memberanikan diri,  akhirnya aku berhasil mengambil cuti resmi pertama aku setelah beberapa saat bekerja. Cuti untuk liburan (well, alasan resmi nya adalah menghadiri pernikahan teman, which is also true. but holiday still being the only reason that makes me excited). Keberangkatan tanggal 4 Juni, aku dan ke empat temanku sudah membeli tiket sejak bulan january. Which made us kind of disappointed because, after randomly checked ticket price at the same time, we found that the price is lower. much lower, actually.

what is done is done. so we move on,,

Penerbangan kami adalah pada hari selasa, jam 19.50. Tapi aku memutuskan untuk berangkat dari kantor jam 3 sore. Karena selain ada rekan kerja yang berencana ke bandara pada jam yang sama, aku berpikir bahwa lalu lintas di jakarta adalah sesuatu yang bisa membuat mu menyesal atas keterbatasanmu tidak bisa terbang dengan baling-baling bambu. Aku hanya takut – melaju 10 meter dalam 1 jam- kasus lalu lintas yang sering terjadi di jakarta, terjadi saat aku melaju ke bandara. Kalo sampe ketinggalan pesawat, bakal menyesal setengah mati. So there i was, sampai di bandara tak sampai 1 jam kemudian. Bertemu dengan salah seorang teman, nongkrong di salah satu lounge sampai saat nya waktu keberangkatan datang.

Gag tau emang takdir atau gimana, tapi semua impian dan rencanaku liburan di lombok hancur dalam sekejap ketika aku tersadar, ketika berada di dalam lounge, bahwa aku dapet! Saat itu rasanya benar-benar seperti sepasang insan yang udah berharap dapet anak, tapi sang istri ternyata masih mendapatkan menstruasi nya. well, itu perbandingan yang ekstrim. tapi aku sempat speechless beberapa saat karena hampir semua rencana yang membuat aku excited berhubungan dengan basah-basahan dengan air. Yang membuatku agak bergidik ketika membayangkan bahwa aku dengan keras kepalanya memaksakan diri untuk tetap main air pinggir pantai, atau diving.

what is done is done, so i move on..

salah satu prinsip yang aku pegang adalah ‘don’t rich people difficult’ (jangan kaya orang susah). ya sudah lah. semoga masih diberi umur panjang buat ngerasain diving lagi.

penerbangan tanpa delay tepat jam 19.50, selama 1 jam 45 menit + tambahan waktu 1 jam (dari WIB ke WITA), kami sampai Bandara International Lombok sekitar jam 11 malam. Dijemput calon pengantin pria, kemudian di drop ke guest house di mataram yang sudah dipersiapkan untuk kami (Thanks to the couple, actually :-* ). Karena paginya kita mau langsung ke gili (oh iya, dan betewe, tadinya aku mau nya ke gili meno karena dapet rekomendasi tempat diving yang bagus disana. tapi berhubung gag bisa diving, kita memutuskan untuk ke gili trawangan. Penasaran juga setelah denger-denger kehidupan malam disana), kita memutuskan untuk langsung istirahat, setelah mengobrol dengan pemilik guest house.

Paginya bangun agak siang. tadinya rencana berangkat jam 9, jadinya berangkat jam setengah 10 an ke pelabuhan bangsal. Kita menyewa mobil setengah hari dengan di antarkan Bapak pemilik Guest House. Melewati jalur yang melintasi pantai senggigi, menikmati pemandangan yang super indah, berkelok-kelok dan sedikit memabukkan. Pelabuhan bangsal adalah tempat dimana kita bisa menyebrang ke 3 gili. Kalau dari kota mataram, kita bisa lewat jalur tengah atau yang melintasi senggigi. kalau menurut bapaknya sih kalau melintasi senggigi waktu perjalannya 1,5x lewat tengah. Walaupun memabukkan, tiket publik boat nya murah. ke gili trawangan cuman 10rb rupiah (plus plus, jadinya 12500 per orang). Kapal berangkat jika sudah ada 20 / 25 penumpang. Tapi tidak perlu khawatir karena penyebrangan ke gili trawangan cukup ramai, jadi tidak akan menunggu terlalu lama. Kalau kita naik public, kita naek boat bareng bambu, kotak makanan, dan kotak minuman sebanyak gambreng. sempit tapi menyenangkan. sekitar 30 menit (?) digoyang-goyang arus laut, setelah sebelumnya dibuat mabuk oleh jalur senggigi, rasanya lengkaplah sudah. Tapi semuanya hilang ketika melihat pantai gili trawangan yang indah dan melihat cowok-cowok bule pada telanjang dada XD. kidding. i am not that kind of girl.

Sampai disana, kita dijemput mas jaka, kenalan pemilik guest house, untuk mencarikan kita tempat menginap yang murah. dan akhirnya kami dicarikan penginapan 150rb/kamar/malam. nama penginapannya de funk (kalo gag salah spell). Ini guest house worth it banget, menurut aku. tempatnya masih tampak baru. kamar dan kamar mandinya cukup bersih, dan tidak terlalu jauh dari pantai.

Setalah brak bruk barang, kami memutuskan untuk mengitari gili trawangan dengan menyewa sepeda. kami dapat sewa sepeda 40rb sehari per sepeda. Kemudian dengan semangatnya mengitari pulau. agak susah sebenarnya karena tidak semua medannya adalah tempat keras dan rata. berkali-kali kami harus turun dan menuntun sepeda karena susahnya. tapi pemandangannya bagus banget, jadi aku bahkan tak bisa mengeluh karena hal ini. Oh iya dan satu hal yang membuat kami merasakan kepahitan yang sama adalah, bahwa pantat kita sakit karena tak terbiasa duduk di sadel sepeda yang keras (mungkin karena bokong aku isinya tulang semua, hihihik, dan well, ketika aku bersepeda keesokan harinya, rasa sakit di pantat aku semakin menjadi T^T )

selesai bersepada, kita kembali ke guest house untuk istirahat sejenak. kemudian kita memutuskan untuk relax dan menemukan cafe yang berjualan gelato (ini pertama kali aku makan gelato, yang ternyata sama kayak es krim biasa) seharga 25rb di cafe egoiste (dan semoga gag salah spell lagi). Kami memutuskan untuk beristirahat disana sejenak sampai akhirnya teman-teman aku yang lain memutuskan untuk snorkling di pinggir pantai dengan menyewa alat snorkling seharga 20rb. Dan aku berusaha merelaxkan badan duduk-duduk di cafe tersebut sambil melihat hamparan orang-orang bule menggunakan bikini. well, salah fokus. harusnya aku melihat cowok-cowok bule yang cuman pake celana ketat dan bertelanjang dada, dengan perut sixpack mereka (dan ini lagi-lagi membuat aku kagum bahwa mereka-mereka yang datang kemari, baik itu cewek ataupun cowok, semuanya berperut rata T^T ) tapi entah kenapa melihat cowok-cowok itu hal ini justru membuat aku merasa risih dan malu. jadinya aku asyik melihat pantai, plus cewek berbikini, dengan perut rata mereka.

Kami nongkrong di cafe itu sampai saat nya kami memutuskan untuk melihat sunset. Kembali mengayuh sepeda dengan menahan rasa sakit di pantat, menuju spot dimana kami bisa melihat sunset. Tapi ternyata sampai sana, di batas laut, langit tertutup awan. Agak kecewa sebenernya gag dapet sunset nya. Tapi gag pa-pa. Foto-foto tetep jalan. Cuci mata tetap Jalan.  Gili trawangan is just so beautiful that i enjoy everytime i see anything 🙂

Selesai bersunset, kami kembali ke guest house. mandi-mandi. dandan-dandan. Kemudian keluar lagi. Dada rasanya berdebar atas rasa excited dan penasaran akan kehidupan malam gili trawangan yang melegenda. Di malam yang dingin itu kami duduk-duduk di dermaga (?), atau apa istilahnya untuk jembatan yang ada dan agak menjorok ke luar pantai. menikmati desiran ombak, menikmati bintang yang tersebar, dan menikmati angin lengket yang berhembus. Sampai jam 10 malam kami memutuskan untuk melihat-lihat wajah kegemerlapan malam gili trawangan. well, it’s interesting. bar-bar penuh dengan turis asing, bersenang-senang. Aku sempat melihat ada sepasang insan, mungkin mabuk, berdansa di depan semua orang. Si cewek bernyanyi dengan semangat (lebih tepatnya agak berteriak) lagu ‘ i love the way you lie’ nya rihanna. She was really drunk. Di salah satu bar aku juga sempat melihat cewek, berusaha meminum bir dengan alat snorkling. Dengan sang bartender menuangkan bir satu pitcher ke dalam saluran udara alat snorkling itu. After all this, aku menyadari bahwa kehidupan malam gili trawangan adalah ketertarikan dan keramaian yang tidak bisa kami nikmati. But still, i cant deny how beautiful it is.

Setelah selesai melihat-lihat, kami memutuskan untuk membeli seafood di pasar, kemudian kembali ke guest house dan beristirahat.. Lanjut Part 2

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s