reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

Mimpi yang Terwujud July 14, 2014

Filed under: Uncategorized — diodinta @ 5:29 am

Aku tumbuh di desa kecil di salah satu pulau jawa, yang bahkan kurikulum pelajaran komputer, yang mengenalkan aku pada internet, baru aku temui ketika aku duduk di bangku SMA. Saat itu, luasnya dunia hanya aku pelajari di mata pelajaran geografi. Tidak ada ketertarikan apa pun untuk tau lebih lanjut karena apa yang aku miliki di tempat aku tinggal sudah membuatku cukup puas. Aku suka naik ke pegunungan yang terhampar di belakang desa, yang dari sana, aku bisa melihat keseluruhan kotaku, termasuk cantiknya permukaan waduk yang memantulkan cahaya seperti cermin. Saat mataku memandang segalanya dalam perspektif yang lebih luas, aku merasa gagah dan tak terkalahkan. Sejuk angin pegunungan tidak pernah gagal membuatku merasa tenang dan damai. Aku juga suka, bersama teman-teman, menyusuri barisan pantai selatan jawa. Yang walaupun tak seindah dan sebersih pantai berpasir putih di tempat lain, suara ombak dan angin yang menampar wajah tidak pernah berhenti membuatku senang.

Begitulah, kesenanganku pada alam tidak pernah membuatku bosan.

Tidak pernah terpikirkan olehku bahwa bersusah payah melintasi daratan ratusan mil jauhnya akan memberikan kesan yang berbeda. Saat itu bahkan aku tidak berani memperkiraan biaya yang harus aku keluarkan untuk pergi ke tempat yang, katanya, jauh lebih cantik. Karena itulah, ketika Air Asia, yang iklan promonya gila-gilaan di setiap stasiun televisi, menawarkan harga terbang yang sangat murah, membuatku ternganga; ‘Betapa beruntungnya orang-orang yang rumahnya dekat dengan bandara, bisa pergi ke tempat yang jauh dengan harga semurah itu’. Kebetulan saat itu aku mulai mengenal internet dan dapat melihat bagaimana indahnya daerah-daerah nan jauh disana.

Muncul keinginan yang tidak bisa aku kendalikan lagi : naik pesawat dan melihat keindahan alam di tempat lain.

Walaupun murah, kondisi perekonomian aku saat itu (atau mungkin saat ini juga, haha), tetap tidak memungkinkan bagiku langsung mencobanya. Penerbangannya mungkin murah, tapi akomodasi selama di tempat tujuan tetap harus diperhitungkan. Alhasil aku, yang saat itu masih sangat muda, yang masih nodong uang jajan buat hidup, mulai bertekad untuk menabung dan mengkhususkan sebagian uang yang aku miliki untuk berkunjung kedaerah lain. Aku punya mimpi yang sangat ingin aku wujudkan; Naik pesawat, berlibur ke pantai pasir putih dan airnya sebiru langit. Alasannya simple; karena tidak ada pantai pasir putih di tempat aku tumbuh besar.

Aku menabung, sembari mengamati bagaimana ilmu ekonomi mulai berpraktek. Dan benar saja, Air Asia, sebagai pelopor penerbangan low-budget di Indonesia mulai membuat banyak penerbangan mempromosikan low-budget flight mereka pula. Semua daerah mulai terasa semakin dekat dan memanggil-manggil. Rakyat jelata seperti aku lah yang merasakan nikmatnya. Berkat harga yang semakin masuk akal tersebut, aku bisa terbang ke Padang, kota kelahiran aku yang sudah sangat lama tidak aku kunjungi. Pengalaman pertama kali naik pesawat dengan biaya murah, melihat bagaimana awan-awan tampak seperti daratan di bawah.

Berpikir dengan tidak logisnya ‘mungkin aku bisa menyentuhnya, mungkin aku bisa bermain di atasnya’ .

Hatiku berdebar ketika menyadari betapa luasnya dunia, yang bahkan dari ketinggian tersebut daratan tampak tidak memiliki ujung. Ya, aku tau dunia itu luas, dan bulat. Akan tetapi, kenyataan ini baru menohok setelah aku melihat bumi dari atas.

Bumi yang aku lihat dari dalam pesawat, terlalu indah.

Masih ada banyak tempat yang bisa aku kunjungi. Masih banyak tempat indah, unik, dan berbeda yang harus aku kunjungi. Karena itulah kemudian aku ke Belitung dengan penerbangan promo berikutnya, melihat betapa perpaduan antara batu-batu besar, langit biru, awan putih, pasir putih, dan hamparan air luas berwarna biru tampak begitu indah.  Di sini pula kali pertama aku bersnokling dan melihat bahwa bawah laut juga tak kalah indah. Ini momen dimana aku benar-benar merasakan Ke Agungan Tuhan.

Nikmat Allah mana lagi yang aku dustakan ?

Dan tidak terasa aku sudah merencanakan perjalanan selanjutnya, dengan membeli tiket promo beberapa bulan sebelumnya. Aku ke Surabaya, mengunjungi Bromo yang terkenal itu. Sunrise nya sangat mempesona, tanahnya dingin menenangkan, bentuk daratannya pun sangat sexy. Kemudian ke Bali dan Lombok, yang terkenal akan wisata bahari nya. Semuanya dengan penerbangan yang murah. Dengan low-budget flight seperti ini, perjalanan kemanapun sekarang menjadi lebih masuk akal. Air Asia adalah pionernya.

Saat ini, traveling menjadi salah satu kebutuhanku. Selalu ada keinginan untuk menyentuh tanah yang membeku, merasakan wajah mendingin dan badan menggigil. Aku juga selalu merindukan saat aku bisa merasakan kulitku yang lengket terkena angin pantai. Aku merindukan hal-hal ini, ketika aku mengitari macet dan polusinya kota jakarta. Menanti waktunya datangnya promo penerbangan ke tempat indah lainnya 🙂

Aku bisa mewujudkan mimpi ku saat aku masih muda, dan semangat bahwa mimpi pasti terwujud inilah yang membuatku bersemangat dalam menjalani kegiatanku sehari-hari. Saat ini, aku punya mimpi yang sangat besar yang, kadang-kadang, membuatku ragu akan kemampuanku sendiri. Mimpi-mimpi kecilku yang telah terwujud menjaga ku tetap positif. Seperti Air Asia yang mempermudah mewujudkan mimpiku naik pesawat dan mengunjungi tempat-tempat indah di luar sana, pasti akan ada hal lain yang membantuku mewujudkan mimpiku.

 

 

 

 

 

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s