reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

Jackpot buat Abang Tambal Ban April 16, 2014

Filed under: opinion — diodinta @ 12:14 am
Tags: ,

Hari sabtu kemarin, my big sister dateng ke jakarta buat mindahin barang-barangnya yang ada di kontrakan. Karena dah lama terdampar di kota kecil yang tiada ada hiburan apa-apa, jadilah dia meminta untuk ditemani nonton film di bioskop. Ya, nonton di bioskop merupakan hal mewah yang harus kami tempuh hampir dua jam perjalanan dari rumah di Gombong.

Dari semua film blockbuster yang Now Showing di bioskop : Captain America, Rio, The Raid, si mbak malah minta ditemenin nonton film india judulnya Bhootnath Return. Ya, si mbak yang satu ini memang hobi banget nonton film india. Bahkan dia mengaku tanpa malu bahwa Shah Rukh Khan adalah pacarnya, kepada sang anak. Dan si anak pun dengan lugunya selalu bilang ‘Pacarnya mama lagi ada di tivi tuh mah’ ‘pacarnya mama kok item jelek sih ma’

Jadi lah aku mengiyakan, walaupun firasat buruk menghantui. Karena film india, hari sabtu, nonton film di blitz pasti mahal. Dan bener aja ketika di cek di webnya, di Blitz Grand Indonesia, harganya 90rb seorang. 90rb seorang! mending gw makan masakan india ampe puas, terus download filmnya 3 bulan lagi. ha ha ha…

Tapi pemikiran si mbak ini agak beda (bukan pemikiran sih, tapi gapteknya gag ketulungan, makanya males kalo suruh download-download), jadinya si beliau tetep maksa buat nonton. Alhasil jadilah aku menemukan blitz paling murah dan paling terjangkau; Mall Of Indonesia. Tiketnya cuman 55rb seorang. Jadilah saya kedua kali nya mengarungi jakarta dari selatan menuju utara. Jalan agak-agak sotoy dikit, akhirnya sampailah saya di mall of indonesia; mall yang memberikan banyak kenangan selama bekerja di kantor sebelumnya.

Film kelar jam setengah 7 malam, kami memutuskan untuk langsung balik. At least kami ingin berada di jakarta selatan dulu untuk tenangnya hati ini. Tidak ada firasat buruk, tapi tidak menandakan bahwa tidak akan ada sesuatu yang buruk terjadi. Tidak yakin berada di jalan mana, si ban beat tiba-tiba bocor. And it scared me to death, karena bocornya bener-bener tiba-tiba dan aku hampir jatuh karena motor oleng dengan cepatnya.

Karena kasihan dengan beat, akhirnya si motor di tuntun dengan rasa sayang. Ini bener-bener perjuangan karena jaraknya yang jauh (lebih dari 2 kilometer), ada jalur busway di sebelah kiri, dan semua kendaraan melaju dengan cepat. Sambil gemetar takut kesamber busway, aku menuntun si beat. (more…)

Advertisements
 

I Think That’s Not The Case Anymore May 14, 2013

Filed under: opinion — diodinta @ 6:17 pm

Bekerja di Jakarta tentu lah bukan sesuatu yang mudah,  jika dibandingkan dengan di daerah lain. Bukan karena pekerjaannya, tapi sesuatu yang lebih besar dari pekerjaan itu sendiri; kehidupan. Pertama kali datang ke jakarta sebagai seseorang pencari kerja, aku sempat merasa takjub dengan kehidupan jakarta. Semua orang berjalan dengan cepat. Semua orang berusaha dengan keras. Sebagai anak muda yang penuh energy, tentu hal ini membuat mataku berbinar-binar.

Tapi kehidupan bukan cuman itu saja kan.

Perjalanan di jakarta adalah hal yang dibenci semua orang. termasuk aku, orang yang menganggap banyak hal biasa saja. aku benci jalanan jakarta. Macet, berisik, dan bau. Apa ada hal yang lebih parah dari ini ? Tapi ketika pikiranku sedang waras dan berenergi positif, aku melihat sekelilingku. and, hey, it’s not just me. Melihat sopir metromini yang sembarangan, kenek yang nyebelin dan gag tau diri, penumpang lain yang kelihatan jauh lebih lelah, (more…)

 

Hilangnya Kesadaran Itu November 22, 2011

Filed under: opinion — diodinta @ 5:45 am

walaupun aku tidak suka bola, dan tidak mengikuti jalannya SEA GAMES, tapi aku tau apa yang terjadi karena banyak temanku yang di facebook dan twitter yang mengumumkan updatannya. inilah kehebatan jejaring sosial. semua berita bisa menyebar dengan cepat tanpa harus menonton tivi atau mendengarkan radio. tapi ada satu hal yang benar-benar mengusik pemikiranku tadi malam. pertandingan final sepak bola indonesia – malaysia. Banyak sekali tweetline atau status facebook yang menjelek-jelekkan malaysia. dan yang membuatku benar-benar prihatin adalah ada juga yang bukan sekedar menjelek-jelekkan, tapi menghina.

latar belakang kenapa banyak orang yang bersikap seperti itu aku tau, tapi sikap seperti itu tetap tidak bisa diterima. ada satu orang yang memposting satu gambar kartun dimana tokohnya mengencingi bendera malaysia. apa sikap seperti ini bisa diterima? Beberapa sepak terjang Malaysia dalam ‘mencari masalah’ dengan indonesia memang cukup mengganggu, tapi bukankah justru karena masalah ini kita, masyarakat indonesia, lebih menghargai budaya dan apa yang kita miliki?

Ada satu web berita yang memposting tentang salah satu warga malaysia yang ‘memprotes’ sikap beberapa orang indonesia yang mendiskriminasikan orang-orang malaysia waktu jalannya sea games. menurutku justru ini tamparan bagi masyarakat indonesia sebagai tuan rumah suatu ajang internasional (yah, ajang asean lah..). tapi apa yang terjadi saudara-saudara? komen2 yang ada di artikel tersebut justru mencaci malaysia dan menganggap bahwa mereka pantas mendapatkannya. what the heck?? (more…)

 

Kehidupan di Bogor November 16, 2011

Filed under: curhat,opinion — diodinta @ 5:05 am

Hampir 2 bulan saya tinggal di bogor dan benar-benar menikmati, atau lebih tepatnya mencoba menikmati, kehidupan didalamnya. Dulu, ketika saya tinggal di bogor, tapi dalam status liburan. kehidupan di bogor jauh lebih menyenangkan karena saya memiliki banyak hasrat untuk jalan-jalan dan mencoba semua yang ada. tapi kini, ketika semua hasrat hilang dengan jauhnya jarak rumah-kantor dan cuaca bogor yang sering hujan. bukannya tidak bersyukur atau apa, tapi capek juga rumah jauh, naek motor, harus hujan-hujanan pulak.

satu minggu pertama menikmati arus lalu lintas di bogor. Ada beberapa hal yang benar-benar mengusikku. Kalo kemacetan sih aku sudah cukup terbiasa dengan gilanya kemacetan di jakarta. tapi ini, bener2 deh. satu hal menurut saya menyebabkan jalanan di bogor kurang lancar adalah sempitnya jalan. ya itu bisa di maklumi. sebutan yang cukup terkenal dari bogor adalah ‘kota dalam taman’. sebuah kota dibangun dalam taman, jadi cukup make sense bagiku kalo jalannya kecil-kecil. Tapi yang gag make sense adalah : jumlah angkotnya!!

Aku merasa bersalah tiap kali berpikir ‘seharusnya pemerintah mengatur jumlah angkot yang bisa beroperasi di bogor’. tapi kalo ini dilaksanakan, apa yang akan dilakukan para supir angkot. mereka menjadi pengangguran donk. tapi rasa bersalah ini hilang ketika banyak angkot yang dengan seenak wudel berhenti dan mangkal di pinggir jalan. dan ketika hal ini terjadi di depan mataku, tak ada hal lain yang bsia aku lakukan selain ngomel kepada diri sendiri : ‘benar-benar perbuatan tidak terpuji’

dan kemudian saya jadi ingat bahwa kata-kata tidak terpuji sering kali saya dengar ketika saya belajar di bangku sekolah dasar. kata-kata tidak terpuji cukup populer saat itu, tapi aku tidak pernah mendengarnya lagi saat ini. kenapa bisa begitu? mungkin karena orang-orang mulai lupa bagaimana melakukan hal yang terpuji. (more…)

 

Untung Sekarang ada internet, kalau dulu… November 2, 2011

Filed under: opinion,Uncategorized — diodinta @ 10:14 am
Tags:

Untung sekarang ada internet. Kalau dulu? Sekedar membayangkan kehidupan manusia sekarang tanpa internetpun agak sulit, terutama bagi saya yang sudah sangat terbiasa hidup di abad milenium.  Saya pribadi merasakan betapa internet memberikan kenikmatan hidup kepada saya yang tinggal sendirian di Bogor. Hidup sendiri, gag punya pacar, seharusnya lengkaplah sudah kesendirian dan kesedihan saya.  Tapi kesendirian ini tidak begitu saya rasakan, karena saya punya internet, tekhnologi yang cuma sedikit lebih primitif dibandingkan pintu kemana saja-nya Doraemon. Katakan kemana kau mau pergi, katakan apa yang kau butuhkan, internet akan membawamu kesana.

Tidak ada satu kasus khusus dimana saya bisa menceritakan kehebatan internet di kehidupan saya, karena, seriously, internet adalah teknologi cukup berjasa dalam kehidupan saya. Tidak cuman satu atau dua, tapi sudah tidak bisa saya hitung lagi. Terlalu banyak hal yang bisa diceritakan. Dulu, sebagai seorang mahasiswa ilmu komputer, saya selalu diharuskan untuk memperlajari sesuatu yang baru, yang bahkan gag bisa gw cari di toko buku. Dimana lagi saya bisa cari bahan selain di internet? Setelah itu gw pikir-pikir, internet adalah salah satu penyebab kenapa (more…)

 

miris lihat perkeretaapian indonesia June 6, 2011

Filed under: opinion — diodinta @ 7:56 am
Tags:

ceritanya long weekend kemaren saiya dengan sepenuh jiwa raga ingin ke jogja untuk menyelesaikan ujian praktek ccna 2. karena kepastian bahwa ujian jadi bisa dilaksanakan pada hari itu agak mepet (2 hari sebelumnya), saiya agak kebingungan pilih transportasi apa an. jakarta masih sangat asing buat saya. satu2nya transportasi yang saya mencukupi budget yang saya persiapkan menuju yogya adalah kereta. bus juga mencukupi sih, tapi saya agak bingung harus keterminal mana dan naek bus apa. jadi saya kestasiun senen h-1 keberangkatan. sore hari setelah pulang kerja.

setau saya waktu saya kembali ke jakarta dari yogya kemaren, saya bisa beli tiket h-2 sebelum keberangkatan. jadi saya berangkatlah ke stasiun senen. disana ada tulisan macam2 kereta apai, dan dari 2 kereta api yang disediakan (ekonomi dan bisnis) baru bisa dipesan buat tanggal 4. padahal saya mau balik tanggal 1. mbak yang jaga bilang ke saya : kalau mau besok sebelum keberangkatan ada tiket yang dijual mbak. loket dibuka jam 2. (setau saya juga tiket k.a buka 8 jam sebelum keberangkatan). saya sih oke saja.

kemudian keesok harinya – setelah pembicaraan panjang dengan seorang teman tentang balik ke jogja bareng yang akhirnya gag jadi – saya speechless, bingung gimana. dan setelah makan siang, memutuskan untuk sms si bos ‘ saya ijin habis makan siang mau ke stasiun beli tiket ya pak. thanks’

berangkatlah saya ke stasiun senen. sampai sana jam setengah 2. dan tebak saudara-saudara sudah banyak orang kelekaran duduk di depan loket. otak saya berpikir keras. bisa mati capek saya kalau naek ekonomi. antrilah saya di loket bisnis. jam 2 kurang seperempat, saya mengintip ke celah loket. belum ada tanda2 kehidupan disana.  jam 2, tanda2 kehidupan belum juga terasa. jam 2 lebih seperempat, mulai terasa orang berlalu lalang di dalam. jam setengah 3, saya melihat pakaian (biasanya sih pakaian pengantar barang, tapi saya – dan penumpag lain –  berbisik2 kalau itu calo tiket). jam 3 kurang seperempat, ada pengumuman lewat speaker – kereta api menuju malang (saya lupa namanya) tiket berdiri habis. perasaan saya mulai tak enak. bisik2 penumpang lain mulai terasa. lalu kemudian berturut-turut pengumuman tentang habisnya tiket duduk kereta api lainnya – termasuk kereta api yang sedang saya antrikan ini.

“asu…. pada picek pa petugase ra ndeleng wong wes pada antri ket mau. mbene diumumna saiki” “sampah” “tai” “anjrit” %$#^%$%$^ hatiku mulai kehilangan sensornya. tanganku pun kusilangkan di dada, menahan diri agar tidak melempar loket dengan batu. seriously???!!!!! (more…)

 

next step to a new life February 3, 2011

Filed under: curhat,opinion — diodinta @ 2:44 pm

Alhamdulillah kuliah sudah berakhir dengan sedikit terseok-seok di pengurusan skl (surat keterangan lulus) gara-gara kampus (dengan tidakbertanggungjawabnya) menghilangkan data pembayaran spmaku 4 tahun yang lalu. 4 tahun yang lalu!!!! dan mereka mengharapkan aku masih menyimpan tanda buktinya. cih… yah watever lah. yang penting that’s over now. my skl is available now.

Sebenernya lulus itu anugrah besar dalam hidup (cie ie lah) tapi justru disinilah dimulai tantangannya. tantangan pertama karna status jadi setengah pengangguran, ha ha… masih nunggu wisuda yang berlangsung 2 bulan setelah pendadaran.  kerugian yang bakal dialami adalah, seperti dalam kasusku, laptop modyar gag mau hidup sama sekali dan tidak punya alasan buat minta dana service. mungkin kalo masih kuliah bisa kali yeeee ngomong sambil sesenggukan “laptop saya rusak, gimana nih,padahal skripsi belum kelar”

ya begitulah, sekarang sedang senang-senangnya send lamaran, sembari nunggu pengumuman psikotes yang saiya hadiri minggu lalu. betewe, kalo saiya tak lulus psikotes, apa itu berarti saya tak cukup psyco buat kerja disitu? atau malah terlalu psyco makanya gag boleh kerja disitu? hehe… and luckily, sekarang ngirim lamaran gampang ya. daftar di web, tinggal apply apply apply. tapi justru disinilah saiya jadi agak khawatir. berarti saingan tambah banyak, soalnya gag perlu efford lagi buat kirim2 lamaran kek dulu. yah begitulah. baru 2 hari ini agak rajin klik apply, daftar, send. hehe

saiya buka web ecc (khusus buat ugm mungkin ya? gag tau. tapi daftar bayar 100rb). jobstreet (daftar gratis 2 hari lalu, tapi tadi pas mau buka lagi lupa password sama username -.-a) sama jobsdb (ini saiya belum daftar, tapi cukup banyak lowongan disini). i just want to get a nice job, paling gag gaji pertama bisa buat service laptop, dan secepatnya, he

BLESS ME GOD!!!!! GIVE ME A NICE JOB!!!!!! PLEASEEEEEEE