reaksi kehidupan diodinta

tempatku menulis reaksiku terhadap kehidupan

enaknya jadi es batu April 24, 2009

Filed under: teori reaksi — diodinta @ 8:12 am
Tags: ,

cerita ini dimulai ketika suatu malam, seorang teman kampusku mengirim satu sms yang isinya kurang lebih kek gini (aku juga dah agak lupa sih) : menurutmu aku orangnya kek apa sih : balon = childish, kopi pahit = omongannya kasar, diamond = orang yang disayang, dll. banyak lah. nah,,, setelah membalas sms temenku itu (yang entah kenapa kemudian dia mutung dengan jawabanku, padahal aku dah membalas dengan kejujuran hati), aku memforward sms itu ke beberapa teman dekat. nah jawaban mayoritas adalah…….. eng… ing… eng….

ES BATU = cool, cuek

kemudian ingatanku terbang pada adegan-adegan aneh yang berhubungan dengan sikapku.

apalagi teman-teman kosku (mereka bukan orang yang membalas smsku itu, asyem, padahal aku ngirim ke mereka juga), mereka  selalu mengeluh padaku tentang ekspresi mukaku yang datar, bahkan ketika mereka mencoba menggodaku. kalo ada salah seorang teman yang digoda sedikit langsung merona wajahnya (aku kasihan ma dy yang gag bisa menyembunyikan perasaan, dan ini jd sasaran empuk godaan-godaan liar kami)

kalo gag salah ada juga yang bilang aku gag punya perasaan, maksudnya dia gag yakin aku  bisa merasakan sesuatu di dalam sini. istilahnya mati rasa. dengan alasan kuat yang sngat tidak penting bahwa aku bukan orang yang gelian (emang ada hubungannya gitu gelian ma perasaan??)

masih bayak adegan lain, yang intinya sama saja bahwa banyak orang mnganggap bahwa aku tidak punya perasaan, kelewat cuek, dll. dan setelah aku pikir2, mungkin iya,hyaaahahahahahah…… sesungguhnya, kalo boleh jujur, menjadi es batu bukanlah hal yang ada di dalam diriku sejak lahir. (more…)

Advertisements
 

sedih = kesal? February 17, 2009

Filed under: teori reaksi — diodinta @ 9:06 am

suatu hari, seorang temanku dengan mata sembabnya bertanya padaku : “kenapa ketika kita sedih kita harus menangis?”

aku jawab : “ga tau”

poinnya ketika aku menjawab hal itu adalah bukan karena tidak ingin memperparah tangisannya, tapi karena lebih tidak mengerti kenapa orang yang sedih itu harus menangis. sebenarnya kalo kembali lagi, aku malah tidak bisa mendefinisikan seperti apa rasa sedih itu. banyak yang sering melontarkan kata sedih. saking sedihnya sampai kau bisa menangis, begitu kalo aku baca novel-novel atau nonton sinetron. iyakah??

oh…. bukannya karena aku tidak pernah menangis. (more…)

 

hukum keangkuhan dan hubungannya dengan mencontek November 7, 2008

Filed under: teori reaksi — diodinta @ 3:19 pm
Tags: , , ,

kengkuhan merupakan hasil reaksi dari kepercayaan diri yang tercampur oleh harga diri yang tinggi dan berbanding lurus dengan keegoisan (teori dintadioksida, 2008).
mencontek merupakan sebuah reaksi tercela, disebabkan unsur kemalasan dan rasa tidak percaya diri. (teori dintadioksida, 2008)

teori diatas hanyalah pandangan pribadiku tentang hal hal itu. itu semua menurutku, tapi bukan berarti aku menyalahkan dan merendahkan pendapat orang lain. dan teori diatas, hanyalah teori yang berlaku dalam diriku. entah berapa lama, aku mulai memutuskan untuk tidak mencontek. pertamanya emang karena aku menganggap unsur-unsur ke-nilai-an tidak penting lagi. dengan tidak membiarkan diri sendiri memperoleh kesempatan dengan cara yang terlalu mudah telah memberikanku kesempatan untuk berusaha lebih keras (walau usaha keras ini sesuai standar reaksi dinta dioksida saja) dan kemudian aku berpikir, mungkin itulah sebabnya aku diterima di setiap tes masuk universitas yang aku tempuh dibanding teman-teman lain yang punya prestasi akademik yang lebih tinggi dari aku. mungkin lho, walau aku tidak tau pasti…
tadi aku menyadari bahwa mungkin mencontek itu bukanlah hal yang straight salah, dalam konteks bahwa sebenarnya hal tersebut bisa mengangkat kita ke tempat yang seharusnya. aku tidak tau istilah yang paling tepat untuk mendeskripsikan kenapa seseorang tidak mau mencontek sedangkan yang lain mau, tapi aku menganggap itu sebagai keangkuhan.
sebagai contoh tadi, (more…)